Blak-blakan Ucapkan Dirgahayu Partai Komunis China, Pengamat: Megawati Sakiti Hati Rakyat Indonesia, Lupa Sejarah Kekejaman PKI! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Sabtu, 03 Juli 2021

Blak-blakan Ucapkan Dirgahayu Partai Komunis China, Pengamat: Megawati Sakiti Hati Rakyat Indonesia, Lupa Sejarah Kekejaman PKI!

Blak-blakan Ucapkan Dirgahayu Partai Komunis China, Pengamat: Megawati Sakiti Hati Rakyat Indonesia, Lupa Sejarah Kekejaman PKI!

Blak-blakan-Ucapkan-Dirgahayu-Partai-Komunis-China-Pengamat-Megawati-Sakiti-Hati-Rakyat-Indonesia-Lupa-Sejarah-Pemberontakan-PKI

DEMOCRAZY.ID - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah menyakiti rakyat Indonesia atas ucapan HUT ke-100 Partai Komunis China (PKC) serta memuji kepemimpinan Xi Jinping.


“Pidato Megawati ini dapat dinilai menyakitkan bangsa Indonesia seperti melupakan sejarah atas tragedi 65 di mana PKC membantu pemberontakan PKI,” kata Pemerhati Politik dan Kebangsaan M Rizal Fadillah, Sabtu (3/7/2021).


Semestinya bila dianggap penting bagi diri dan partai, kata Rizal, MegaWATI mengucapkan selamat cukup dengan berkirim surat kepada PKC atau Xi Jinping. 


“Dengan mempublikasikan melalui video maka ini membuka luka lama dan “menantang” bangsa Indonesia sendiri,” jelasnya.


Ia menilai Megawati tidak memiliki kepekaan perasaan bahwa sebagian rakyat Indonesia sedang mengkhawatirkan “serbuan TKA China” yang bukan saja yang telah menciptakan kesenjangan lapangan kerja tetapi juga membangun misteri kualifikasi TKA dan Tentara Merah.


“Neo PKI dengan Ideologi komunis yang diwaspadai bangkitnya,” ungkapnya.


Menurut Rizal, klaim Megawati adanya harapan persahabatan abadi 271 Juta rakyat Indonesia dengan China pimpinan atau kendali PKC adalah berlebihan. 


Jika berharap persahabatan abadi dengan partainya bolehlah dan wajar, tetapi klaim harapan menarik seluruh rakyat Indonesia sungguh menjadi tidak wajar. Megawati bukan Presiden RI kini.


“Sangat disayangkan sebenarnya pidato terbuka Megawati yang dinilai telah menyakitkan bangsa Indonesia. PKC bukan sahabat yang baik. Sejarah telah membuktikan,” pungkas Rizal. [Democrazy/suaranas]