Begini Tanggapan Muhammadiyah soal Geger Warga Rebut Jenazah COVID dan Bakar Peti | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Minggu, 18 Juli 2021

Begini Tanggapan Muhammadiyah soal Geger Warga Rebut Jenazah COVID dan Bakar Peti

Begini Tanggapan Muhammadiyah soal Geger Warga Rebut Jenazah COVID dan Bakar Peti

Begini Tanggapan Muhammadiyah soal Geger Warga Rebut Jenazah COVID dan Bakar Peti


DEMOCRAZY.ID - Puluhan warga di Bondowoso melakukan aksi perebutan paksa jenazah pasien COVID-19. 


Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad menilai hal ini menunjukkan informasi terkait COVID-19 belum dimengerti masyarakat.


"Berarti informasi tentang wabah COVID-19 belum dimengerti oleh semua lapisan masyarakat, padahal pandemi sudah berjalan lebih dari satu tahun," ujar Dadang saat dihubungi, Sabtu (17/7/2021).


Dadang mengatakan saat ini peran aparat hingga tokoh agama diperlukan. 


Salah satunya untuk terus meningkatkan penyuluhan atau sosialisasi.


"Disinilah peran aparat pemerintah-tokoh masyarakat dan tokoh keagamaan harus meningkat kan penyuluhan terhadap masyarakat mengenai bahayanya virus COVID-19," kata Dadang.


Sosialisasi ini disebut tidak hanya dilakukan terkait bahaya COVID-19. 


Tapi juga sosialisasi terkait pelaksanaan protokol kesehatan dalam pemulasaraan mayat yang meninggal karena COVID-19.


"Juga dijelaskan mengenai penatalaksanaan protokol kesehatan terhadap pemulasaraan mayat meninggal karena COVID," tuturnya.


Warga Bondowoso Rebut Jenazah Tolak Pemakaman COVID-19


Diketahui puluhan warga di Bondowoso melakukan aksi perebutan paksa jenazah pasien COVID-19. 


Padahal, jenazah merupakan pasien COVID-19 dan harus dimakamkan sesuai protap COVID-19.


Informasi dihimpun di lapangan, kejadian bermula saat ambulance petugas membawa jenazah pasien COVID-19 dari RSUD dr Koesnadi Bondowoso menuju pemakaman yang sudah disediakan korban.


Mendadak, warga desa yang memang sudah menunggu lantas mengadang ambulans pembawa jenazah. 


Mereka lalu membuka dan mengambil jenazah yang memang sudah ada di dalam peti. 


Tak cuma itu. Warga kemudian mengeluarkan jenazah yang memang terbukti positif COVID-19 tersebut.


Lalu memandikan, menyalatkan, dan mengebumikan sendiri, tanpa prokes. 


Bahkan, mereka juga langsung membakar peti jenazahnya. 


Kejadian perebutan paksa tersebut terjadi di Desa Kemirian, Tamanan, Bondowoso, Jumat (16/7/2021) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Pasien yang meninggal adalah P. Anis (45), warga desa setempat.


"Iya, kejadiannya tadi malam," jelas juru bicara Satgas COVID-19 Bondowoso, dr Mohamad Imron, ketika dikonfirmasi detikcom, Sabtu (17/7/2021).


Menurutnya, pihaknya akan segera mengumpulkan data dan informasi tentang kronologi kejadian sebenarnya peti jenazah COVID-19 dibakar. 


Lantas berkoordinasi dengan jajaran terkait lainnya yang ada di satgas. [Democrazy/dtk]