Begini Respons Demokrat Saat Absensi Ibas Disinggung Gara-gara Pernyataan 'Failed Nation' | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 08 Juli 2021

Begini Respons Demokrat Saat Absensi Ibas Disinggung Gara-gara Pernyataan 'Failed Nation'

Begini Respons Demokrat Saat Absensi Ibas Disinggung Gara-gara Pernyataan 'Failed Nation'

Begini Respons Demokrat Saat Absensi Ibas Disinggung Gara-gara Pernyataan 'Failed Nation'

DEMOCRAZY.ID - Absensi anggota Komisi VI DPR Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas disinggung, usai mengkritik pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan menarasikan 'failed nation' atau bangsa gagal.


Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra merasa heran absensi Ibas diungkit.


Sebab, menurutnya kritik tersebut wajar-wajar saja.


"Ini kan yang bicara anggota Dewan. Kalau level buzzer kita masih memaklumi memang levelnya segitu. Kita sedang membahas nasib nyawa rakyat, dia malah bahas daftar hadir. Logical fallacy benar ini," ujar Herzaky kepada wartawan, Kamis (8/7/2021).


Herzaky mengatakan pernyataan Ibas merupakan bentuk keprihatinan atas kondisi yang ada, di mana korban meninggal karena Covid-19 terus meningkat.


Dia menyebut kader Demokrat, baik di dalam maupun di luar sidang, selalu berusaha memperjuangkan nasib rakyat.


"Kader kami berulang kali meminta izin bicara untuk memberikan masukan. Tapi, apa? Temannya Bang Andre itu yang memimpin sidang, sama sekali tidak memberikan kesempatan. Jadi, janganlah bahas-bahas ayo suarakan di parlemen, di ruang sidang. Tapi, begitu mau bicara, jangankan beradu argumen, kesempatan bicara pun tidak diberikan sama sekali," ujarnya.


Lebih lanjut, Herzaky mengatakan meski Partai Demokrat berada di luar pemerintah, mereka sudah mendukung penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah.


Yaitu menyetujui Perppu No. 1 Tahun 2020 dan UU No. 2 Tahun 2020 tentang penanganan Covid-19.


Namun, Demokrat menilai upaya yang dilakukan pemerintah belum maksimal.


"Demokrat meminta pendukung pemerintah, terutama yang ada di parlemen, lebih baik untuk fokus pada nyawa rakyat, bantu presiden, agar Indonesia tidak menjadi negara gagal. Jangan alihkan persoalan. Pastikan agar negara hadir dan bisa melayani masyarakat, agar korban meninggal akibat Covid-19 tidak semakin melonjak," ucapnya.


"Tolong fokuskan semua sumber daya untuk menyelamatkan nyawa rakyat. Jangan lagi pakai hitung-hitungan ekonomi, apalagi untung rugi," lanjutnya.


Sebelumnya, kolega Ibas di Komisi VI DPR, Andre Rosiade mengajak Ibas hadir di rapat Komisi VI.


Hal itu menurut Andre sebagai kontribusi nyata untuk membantu penanganan Covid-19 ketimbang hanya melontarkan kritik di publik.


"Saya sebagai sesama anggota komisi VI, saya mengajak Mas Ibas untuk hadir dalam rapat-rapat di Komisi VI dengan mitra-mitra kita. Hadir ini bisa hadir secara fisik maupun secara virtual," kata Andre kepada wartawan, Kamis (8/7/2021).


Andre menyebut, Ibas bisa memberikan kontribusi kepada para mitra kerja Komisi VI DPR, misalnya Kementerian BUMN.


Ibas, lanjut Andre, bisa memberikan saran kepada BUMN Farmasi terkait pelayanan vaksinasi kepada masyarakat atau soal produksi obat-obatan.


"Lalu juga bisa mendorong dalam rapat, agar holding BUMN rumah sakit, yaitu Pertamedika IHC untuk menambah kapasitas tempat tidur dan ICU, untuk lebih maksimal melayani masyarakat. Termasuk juga mendorong BUMN menyediakan oksigen," ujar Ketua DPD Gerindra Sumbar itu.


Lebih lanjut, Andre kembali mengajak Ibas untuk hadir rapat di Komisi VI dari pada melontarkan kritik ke publik.


"Jadi, dari pada berteriak di luar, lebih baik Mas Ibas hadir dalam rapat. Kan sayang sekali, Mas Ibas dipilih oleh ratusan ribu orang tapi Mas Ibas tidak hadir dalam rapat. Sekali lagi, hadir bisa bisa secara fisik maupun virtual," katanya. [Democrazy/trb]