Bantah Klaim Mahfud MD Sebut Vaksin Berbayar karena Varian Delta, Aktivis: Jokowi Sudah Rencanakan Vaksin Berbayar Jauh Sebelumnya! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Minggu, 18 Juli 2021

Bantah Klaim Mahfud MD Sebut Vaksin Berbayar karena Varian Delta, Aktivis: Jokowi Sudah Rencanakan Vaksin Berbayar Jauh Sebelumnya!

Bantah Klaim Mahfud MD Sebut Vaksin Berbayar karena Varian Delta, Aktivis: Jokowi Sudah Rencanakan Vaksin Berbayar Jauh Sebelumnya!

Bantah Klaim Mahfud MD Sebut Vaksin Berbayar karena Varian Delta, Aktivis: Jokowi Sudah Rencanakan Vaksin Berbayar Jauh Sebelumnya!

DEMOCRAZY.ID - Ketua Umum (Ketum) Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule sempat menyoroti perihal pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD.


Melalui akun Twitter pribadinya @mohmahfudmd, Menkopolhukam tersebut mengungkapkan terkait vaksinasi Covid-19 berbayar yang kini telah dibatalkan oleh pemerintah.


Mahfud MD menuturkan, awal munculnya ide vaksin berbayar tersebut karena adanya ledakan kasus Covid-19 varian delta.


Menurutnya, pemerintah telah menggencarkan vaksinasi, tetapi tenaga vaksinator tidak mencukupi dan kini terjadi antrean masyarakat.


"Presiden menetapkan, tdk ada vaksin berbayar, semua vaksinasi gratis utk rakyat. Sejak awal kebijakannya begitu. Semula ide vaksin berbayar muncul krn ledakan Covid varian Delta. Pemerintah menggencarkan vaksinasi, vaksin ada tp tenaga vaksinator tdk cukup. Terjadi antrean rakyat," ujar Mahfud MD dilansir dari akun Twitter @mohmahfudmd pada Minggu, 18 Juli 2021.


Mahfud MD menjelaskan, meski tenaga medis  tak cukup meski telah dibantu TNI, Polri dan lainnya, tetap banyak masyarakat yang tidak terlayani.


Atas dasar tersebut, muncul ide dari swasta yang akan membelikan vaksin untuk karyawannya dan menyelenggarakan vaksinasi mandiri.


"Tenaga medis tak cukup. TNI, POLRI, BIN turun tangan melatih vaksinator dan turun ke rakyat. Tp tetap bnyk yg tak terlayani, banyak yg sdh antre tp tak bs terlayani saking banyaknya. Muncul ide dari swasta yg akan membelikan utk karyawannya dan menyelenggarakan vaksinasi sendiri," ujar Mahfud MD.


Mengetahui hal tersebut, Ketua Umum (Ketum) Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule menanggapi pernyataan Mahfud MD.


Melalui akun Twitter pribadinya @KetumProDEMnew, Ia mengungkapkan, vaksin berbayar sudah direncanakan oleh Presiden Joko Widodo jauh sebelum varian delta Covid-19 terdeteksi.


Tak berhenti disitu, Iwan Sumule lantas menyindir keras Mahfud MD dengan cuitan yang berkaitan dengan sinetron Iktan Cinta.


"Prof @mohmahfudmd, berhentilah membohongi rakyat. Vaksin Berbayar sudah direncanakan dan disampaikan @jokowi jauh sebelum Varian Delta Covid-19 terdeteksi dan meledak meletup di Indonesia. Begini ini kalau kerjanya nonton sinetron disaat Varian Delta Covid-19 meledak meletup," ujar Iwan Sumule dilansir dari akun Twitter @KetumProDEMnew pada Minggu, 18 Juli 2021.


Seperti yang diketahui bahwa dibatalkannya vaksinasi berbayar telah disampaikan oleh Sekretaris Kabinet, Pramono Anung di Istana Negara Jakarta, pada Jumat, 16 Juli 2021. [Democrazy/trb]