Astaghfirullah! Peluncuran 'Buku Putih' Tragedi Penembakan Laskar FPI Diganggu Tayangan Video P*rno | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 07 Juli 2021

Astaghfirullah! Peluncuran 'Buku Putih' Tragedi Penembakan Laskar FPI Diganggu Tayangan Video P*rno

Astaghfirullah! Peluncuran 'Buku Putih' Tragedi Penembakan Laskar FPI Diganggu Tayangan Video P*rno

Astaghfirullah! Peluncuran 'Buku Putih' Tragedi Penembakan Laskar FPI Diganggu Tayangan Video P*rno

DEMOCRAZY.ID - Acara peluncuran Buku Putih Pelanggaran HAM Berat Penembakan Laskar FPI Pengawal Rizieq Shihab yang dilakukan secara daring disusupi tayangan video porno. 


Salah satu peserta yang tidak teridentifikasi identitasnya memutar video porno dengan layar dan mikrofon yang diperdengarkan.


Serangan itu terjadi beberapa menit setelah pembawa acara, Taufik Hidayat sedang membuka acara. 


Saat Taufik mulai bicara, terdengar suara perempuan. 


“Mohon kesediaan para peserta untuk secara sukarela mematikan mikrofonnya,” kata Taufik seperti dilihat di akun YouTube FNN TV, Rabu, 7 Juli 2021.


Setelah Taufik bicara, suara tersebut justru semakin keras. 


Tak lama kemudian muncul video porno yang sedang diputar dari salah satu layar peserta yang mengikuti melalui aplikasi Zoom. 


Tidak diketahui siapa pemutar video tersebut.


Sontak, penyelenggara langsung mematikan mikrofon untuk semua peserta. 


Karena kejadian itu, penyelenggara mematikan layar selama beberapa menit. 


Setelah serangan tersebut selesai, Taufik kembali muncul dan berbicara.


“Tadi ada beberapa hal yang tidak senonoh, ada yang memanggu. Sekali lagi ini memang ada beberapa hal teknis yang di luar kendali kami,” kata Taufik.


Buku Putih yang diluncurkan merupakan tulisan dari Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan Laskar Front Pembela Islam. 


Tim itu diketuai oleh Abdullah Hehamahua. Buku ini mengangkat peristiwa penembakan yang dialami oleh laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50. 


Acara peluncuran rencananya akan dihadiri oleh Amien Rais, Abdullah Hehamahua, dan Mayor Jenderal Purnawirawan Soenarko. [Democrazy/pot]