Ancam Siapapun yang Ingin Lengserkan Jokowi, Yusuf Muhammad: Jangan Kalian Pikir Kami Akan Diam Saja, Camkan Itu! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Sabtu, 03 Juli 2021

Ancam Siapapun yang Ingin Lengserkan Jokowi, Yusuf Muhammad: Jangan Kalian Pikir Kami Akan Diam Saja, Camkan Itu!

Ancam Siapapun yang Ingin Lengserkan Jokowi, Yusuf Muhammad: Jangan Kalian Pikir Kami Akan Diam Saja, Camkan Itu!

Ancam-Siapapun-yang-Ingin-Lengserkan-Jokowi-Yusuf-Muhammad-Jangan-Kalian-Pikir-Kami-Akan-Diam-Saja-Camkan-Itu

DEMOCRAZY.ID - Pegiat media sosial, Yusuf Muhammad menanggapi soal seruan-seruan yang muncul untuk melengserkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Yusuf Muhammad mengecamkan bahwa jutaan relawan Jokowi tidak akan tinggal diam jika itu terjadi.


Pernyataannya itu dapat dilihat dalam video berjudul ‘Yusuf Muhammad: Saya Tantang Ketua HMI MPO yang Mau Lengserkan Jokowi’ yang tayang di 2045 TV pada Jumat, 2 Juli 2021.


Awalnya, Yusuf Muhammad menyinggung bahwa pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ada banyak permasalahan yang terjadi.


Ia menyebutkan beberapa hal seperti proyek-proyek mangkrak, korupsi oleh para politisi Partai Demokrat, hingga janji-janji yang tak dipenuhi.


Namun, melihat semua masalah itu, Yusuf Muhammad mengaku bahwa ia tak pernah mengajak masyarakat untuk melengserkan SBY.


Ia lantas menyinggung Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) versi Majelis Penyelamat Organisasi (MPO), Affandi Ismail menyerukan bahwa Jokowi harus turun dari jabatannya.


Yusuf Muhammad mengingatkan bahwa konstitusi, termasuk soal masa jabatan presiden, wajib dijunjung tinggi oleh siapapun di seluruh negeri ini.


“Kalau ada yang mengkhianatinya, mereka itu pantas disebut sebagai pengkhianat negara,” tegasnya.


Jika ingin presiden diganti, kata Yusuf Muhammad, maka harus sabar menunggu Pemilihan Umum (Pemilu).


“Bukan dilengserkan, diturunkan di tengah jalan, bos. Apalagi dengan alasan-alasan yang absurd, yang tidak jelas seperti apa yang dikatakan oleh Ketua HMI versi MPO,” tandasnya.


Yusuf Muhammad tidak sepakat jika Jokowi disebut oligarki politik sebab tidak ada sanak keluarganya yang ditunjuk secara langsung untuk menduduki jabatan tertentu.


Ia mengungkapkan bahwa Kahiyang Ayu pernah gagal menjadi PNS, sementara Gibran Rakabuming menjadi Wali Kota berdasarkan Pemilihan yamg sah.


Alifurrahman juga tak sepakat jika Jokowi disebut konglomerasi asing sebab ia telah berhasil mengambil alih beberapa properti Indonesia yang awalnya dikuasai asing, seperti Freeport dan Blok Mahakam.


Ia lantas menyinggung soal hasil survei bahwa mayoritas masyarakat Indonesia masih puas dengan kinerja Jokowi.


“Sudah ratusan atau mungkin ribuan kali teriakan yang ingin melengserkan Jokowi dari mulut para pegundal pengkhianat bangsa ini,” kata Yusuf Muhammad.


“Tetapi sampai detik ini, semua itu tidak kunjung tereliasasi,” sambungnya.


Alifurrahman mengatakan bahwa meraka yang ingin melengserkan Jokowi harus bersiap-siap berhadapan dengan rakyat pemilihanya dan pasukan TNI-Polri.


“Jangan pikir saya dan jutaan relawan Jokowi lainnya ini akan tinggal diam,” tegas Yusuf Muhammad.


“Kami tahu kapan waktu yang tepat untuk bergerak. Tolong dicamkan itu,” tambahnya. [Democrazy/kro]