Temukan Sejumlah Masalah Penyaluran Bansos, Mensos Risma: Jangan Salahkan Kita! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 01 Juni 2021

Temukan Sejumlah Masalah Penyaluran Bansos, Mensos Risma: Jangan Salahkan Kita!

Temukan Sejumlah Masalah Penyaluran Bansos, Mensos Risma: Jangan Salahkan Kita!

Temukan-Sejumlah-Masalah-Penyaluran-Bansos-Mensos-Risma-Jangan-Salahkan-Kita

DEMOCRAZY.ID - Kementerian Sosial RI terus berupaya untuk menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) kepada penerima manfaat. 

Oleh karena, evaluasi terus dilakukan agar penyalurannya bisa tepat sasaran.


Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, sejumlah hal ditemukan mengapa akhirnya Bansos tidak bisa diterima secara langsung oleh masyarakat.


Diketahui, saat ini bantuan sosial sudah tidak lagi diberikan dalam bentuk barang, melainkan bantuan tunai yang disalurkan melalui rekening bank masing-masing penerima manfaat dengan bekerja sama dengan Bank Himbara.


Oleh karena itu, setelah memimpin rapat evaluasi penyaluran Bansos Covid-19, Risma menemukan sejumlah permasalahan.


Sejumlah temuan itu misalnya nama penerima manfaat yang tidak sesuai, sehingga harus diganti.


Kalau pun harus diganti ternyata tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan karena harus merubah aturan yang ada.


Risma menyebutkan, masih ada data kependudukan yang bersifat anomali, misalnya ada salah satu penerima manfaat yang tidak tahu nama kandung ibunya. 


Sementara kalau tidak menggunakan nama ibu kandung harus merubah aturan.


Belum lagi nama penerima manfaat yang hanya terdiri dari tiga huruf saja sehingga ini menghambat penyaluran Bansos melalui bank itu sendiri.


"Itu ada namanya itu hanya I sama T. ada NA70 itu harus disesuaikan. bank membutuhkan waktu beberapa bulan," kata Risma di Kementerian Sosial, Selasa, 1 Juni 2021.


"Kalau bulan ini enggak cair harus disetor ke kas negara, jadi ini aduh masalah di lapangan banyak sekali," kata dia.


Lebih lanjut, Risma memastikan, untuk memperbaiki permasalahan ini, Kementerian Sosial terus membangun komunikasi dengan Bank Indonesia.


Kementerian Sosial juga sudah meminta BI agar melakukan monitoring secara daring.


"Kadang Bank ini ada masalah dengan nasabah dengan penerima manfaat. Saya ingin tahu ini. Kalau ada masalah ada apa sehingga tidak menyalahkan kita. Saya minta ke BI monitoringnya secara online," kata dia. [Democrazy/pkry]