Tanggapi Sekjen Hasto Pamer PDIP 'Paling Berideologi', Pakar Sosial: Partai Wong Cilik Paling Jahat dalam Sejarah Indonesia! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Kamis, 03 Juni 2021

Tanggapi Sekjen Hasto Pamer PDIP 'Paling Berideologi', Pakar Sosial: Partai Wong Cilik Paling Jahat dalam Sejarah Indonesia!

Tanggapi Sekjen Hasto Pamer PDIP 'Paling Berideologi', Pakar Sosial: Partai Wong Cilik Paling Jahat dalam Sejarah Indonesia!

Tanggapi-Sekjen-Hasto-Pamer-PDIP-Paling-Berideologi-Pakar-Sosial-Partai-Wong-Cilik-Paling-Jahat-dalam-Sejarah-Indonesia

DEMOCRAZY.ID - Pembicaraan menuju pemilihan presiden 2024 mulai ramai didiskusikan.


Termasuk terkait wacana capres dan cawapres, termasuk soal rencana koalisi partai untuk masuk dalam persyaratan 20 persen.


Sejumlah partai mulai saling pamer kelebihan untuk mencari rekan koalisi, temasuk partai pengusa PDIP.


Dalam sebuah kesempatan, Pengakuan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto memberi penjelasan terkait rencana di 2024, termasuk soal koalisi.


Hasto dalam satu kesempatan, berbicara soal partainya yang memiliki ideologi berbeda dengan PKS dan Partai Demokrat.


Pernyataan Hasto tersebut mengundang kontroversi dari berbagai pihak.


Hasto menegaskan, PDIP akan sangat sulit bekerja sama dengan PKS dan Partai Demokrat lantaran memiliki basis ideologi yang berbeda.


Akibat komentar Hasto tersebut, PDIP kini dipandang publik sebagai partai yang mengklaim dirinya sebagai partai yang paling ideologis.


Namun, pernyataan Hasto tersebut mengundang reaksi dari Pakar Perilaku Sosial, Arief Munandar.


Jelas Arief, dirinya sama sekali tidak setuju dengan anggapan publik terhadap PDIP sebagai partai beridiologis.


Dirinya bahkan mengaku tidak percaya dengan apa yang disampaikan Hasto.


"Sangat tidak setuju dan sangat tidak percaya terhadap pernyataan Hasto yang secara tidak langsung mengatakan bahwa PDIP adalah partai paling ideologis," kata Arief Munandar seperti dikutip dari kanal YouTube Bang Arief, Kamis, 3 Juni 2021.


Jelasnya, PDIP tidak bisa dikatakan sebagai partai ideologis.


Dia tegas mengatakan alasannya karena kadernya telah melakukan kejahatan terbesar sepanjang sejarah Indonesia.


"PDIP, kader-kadernya melakukan korupsi paling jahat sepanjang sejarah Indonesia," kata Arief Munandar.


Arief menjelaskan satu di antara kasus korupsi terparah yang dilakukan oknum kader PDIP, mantan Menteri Sosial, Juliari P Batubara.


"Ya lu bayangin aja gimana nggak, kader PDIP paling tidak seorang yang sudah tertangkap dan jadi tersangka, yaitu Juliari P Batubara melakukan korupsi bansos di Kementerian Sosial ketika dia jadi Mensos," katanya, melanjutkan.


"Lantas yang namanya Kemensos lewat bansos itu hadir untuk apa? Jelas melaksanakan amanah dari konstitusi, salah satu amanah yang paling penting itu adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia," kata Arief Munandar.


"Kita tahu ya begitu banyak rakyat yang masih berada di bawah garis kemiskinan dan menghadapi persoalan-persoalan sosial ekonomi yang berat. Apalagi ketika dihantam pandemi Covid-19," kata Arief Munandar, menambahkan.


Maka dari itu, Arief mengaku heran sebengis apa seseorang sehingga bisa melakukan hal sekeji itu.


"Lu bayangin betapa teganya kader-kader PDIP melakukan korupsi terhadap dana bansos yang merupakan hak dari rakyat jelata," ucap pakar perilaku sosial tersebut.


"Sehingga ketika PDIP mengeklaim sebagai partai ideologis dan partai wong cilik, ya kita harus mempertanyakan itu. Kita harus menggugat dengan mengatakan are you sure? Anak-anak sekarang pasti akan mengatakan, sumpeh lu?," kata Arief Munandar. [Democrazy/pkry]