Tagar #RezimBangkrut Menggema Usai Kebijakan Sembako Kena PPN, Netizen: Detik-detik Kehancuran Negeri! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Rabu, 09 Juni 2021

Tagar #RezimBangkrut Menggema Usai Kebijakan Sembako Kena PPN, Netizen: Detik-detik Kehancuran Negeri!

Tagar #RezimBangkrut Menggema Usai Kebijakan Sembako Kena PPN, Netizen: Detik-detik Kehancuran Negeri!

Tagar-Rezim-Bangkrut-Menggema-Usai-Kebijakan-Sembako-Kena-PPN-Netizen-Detik-detik-Kehancuran-Negeri

DEMOCRAZY.ID - Tagar #RezimBangkrut menggema di jagat Twitter dan menjadi trending topic saat ini.


Bukan tanpa alasan, netizen mulai mengomentari kebijakan mendadak pemerintah mengenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN).


Diketahui, pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan baru terkait PPN. Melalui kebijakan itu, pemerintah disebut akan mengenakan PPN terhadap barang kebutuhan pokok atau sembako.


PPN juga akan dikenakan pada barang hasil pertambangan atau pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya.


Kebijakan tersebut akan tertuang dalam perluasan objek PPN yang diatur dalam revisi Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).


Pengenaan pajak itu nantinya diatur dalam Pasal 4A draf revisi UU Nomor 6.


Dalam draf tersebut, barang kebutuhan pokok serta barang hasil pertambangan atau pengeboran dihapus dalam kelompok jenis barang yang tidak dikenai PPN.


Sehingga, barang tersebut akan dikenakan PPN yang berlaku nantinya.


Barang tersebut meliputi, beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam dan garam konsumsi, daging, telur, susu, sayur, buah, ubi-ubian, dan bumbu.


Sementara hasil pertambangan dan pengeboran meliputi, emas, batubara, minyak, gas bumi, serta hasil mineral bumi lainnya.


Selain memperluas objek PPN, revisi UU KUP tersebut juga menambah objek jasa kena pajak baru yang sebelumnya dikecualikan atas pemungutan PPN.


Beberapa di antaranya adalah jasa pelayanan kesehatan medis, jasa pelayanan sosial, jasa pengiriman surat dengan perangko, jasa keuangan, hingga jasa asuransi.


Mendengar kabar tersebut, masyarakat tentu terkejut dan mulai membuat cuitan melalui Twitter dengan tagar #RezimBangkrut.


Masyarakat merasa kebijakan tersebut diberlakukan karena pemerintahan (rezim) telah bangkrut, sehingga akan membayar utang dari hasil PPN tersebut.


"Hadah....segala d persulit, nasib kalo gak puny duit y gini #RezimBangkrut," tulis @flane***.


"Yg kaya dapat tax amnesty, rakyat biasa terus dipalaki. #RezimBangkrut," tulis @Muji_Ta***.


"Menunggu detik-detik kehancuran negeriku #RezimBangkrut #RezimBangkrut," tulis @pejuang_su***.


"Buhahhhhhh..... Dimana peran pemerintah pusat???? #RezimBangkrut #RezimBangkrut," tulis @BukanCe***.


Serta masih banyak lagi komentar dari masyarakat yang kecewa dengan kebijakan tersebut. [Democrazy/gmd]