Akui Kaget Saat Dirinya Dapat Gelar Profesor, Megawati: Saya Sendiri Juga Bingung Apa Hasil Saya, Tapi Kan yang Menilai Orang Lain | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 29 Juni 2021

Akui Kaget Saat Dirinya Dapat Gelar Profesor, Megawati: Saya Sendiri Juga Bingung Apa Hasil Saya, Tapi Kan yang Menilai Orang Lain

Akui Kaget Saat Dirinya Dapat Gelar Profesor, Megawati: Saya Sendiri Juga Bingung Apa Hasil Saya, Tapi Kan yang Menilai Orang Lain

Sebut-Kaget-Saat-Dirinya-Dapat-Gelar-Profesor-Megawati-Saya-Sendiri-Juga-Bingung-Apa-Hasil-Saya-Tapi-Kan-yang-Menilai-Orang Lain

DEMOCRAZY.ID - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bercerita partainya pernah disebut partai sendal jepit. 


Namun partai itulah yang, menurutnya, mengantarkan dirinya menerima penghargaan profesor.


"Saya mendapat gelar profesor belum lama, saya sendiri kaget dapat gelar profesor. Saya pikir apa ya hasil saya, ternyata yang nilai kan orang lain," kata Megawati dalam webinar yang disiarkan YouTube Megawati Institute, Selasa (29/6/2021).


"Saya diberi profesor dari yang namanya kepemimpinan strategik. Jadi apa yang saya pimpin berhasil, bikin partai dari yang disebut partai rakyat, partai sandal jepit," lanjutnya.


Megawati justru mengatakan bangga menjadi Ketua Umum PDIP. Dia mengatakan partainya adalah partai rakyat.


"Saya katakan kepada mereka, saya sebagai ketua umum bangga partai saya hanya partai rakyat yang sandalnya sandal jepit," ucapnya.


Diketahui, Megawati Soekarnoputri mendapat gelar profesor kehormatan (guru besar tidak tetap) dari Universitas Pertahanan RI pada Jumat (11/6/2021).


Salah satu alasan pemberian gelar ini adalah Megawati dianggap memiliki dan menguasai tacit knowledge tentang ilmu pertahanan, khususnya bidang kepemimpinan strategis. 


Para guru besar disebut menilai kualitas itu sudah diaplikasikan dalam berbagai peran publik, yakni saat Megawati menjabat tiga periode anggota DPR pada 1984-1999. 


Lalu saat menjabat wakil presiden dari 1999 hingga 2001 dan saat menjadi presiden dari 2001 hingga 2004.


"Plus saat menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan sejak 1999 hingga saat ini. Tacit knowledge ini bila diajarkan dan dibukukan bisa menjadi explicit or empirical knowledge, yang sangat berguna bagi peradaban manusia. Begitu pemikiran para guru besar," kata Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri, yang juga guru besar IPB, dalam keterangan tertulis, Kamis (10/6/2021). [Democrazy/dtk]