Perusahaan Broker Pengadaan Alutsista Rp1.760 Triliun Dicurigai, 'Kok Kantornya Busuk Banget Begini?' | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 01 Juni 2021

Perusahaan Broker Pengadaan Alutsista Rp1.760 Triliun Dicurigai, 'Kok Kantornya Busuk Banget Begini?'

Perusahaan Broker Pengadaan Alutsista Rp1.760 Triliun Dicurigai, 'Kok Kantornya Busuk Banget Begini?'

Perusahaan-Broker-Pengadaan-Alutsista-Rp1760-Triliun-Dicurigai-Kok-Kantornya-Busuk-Banget-Begini

DEMOCRAZY.ID - Pengamat pertahanan dan militer, Connie Rahakundini Bakrie, mengungkap kecurigaannya ihwal perusahaan yang menjadi broker pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) Kementerian Pertahanan yang bernilai Rp1.760 triliun.

PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) merupakan broker dalam proyek dengan bujet fantastis tersebut


PT TMI dibentuk Kementerian Pertahanan pada bulan Desember 2019 melalui Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan (YKPP) dengan tugas mengurus pengadaan alutsista, transfer teknologi sistem pertahanan, dan proyek-proyek strategis lainnya.


Connie Rahakundini Bakrie bercerita, dia sempat diundang oleh direktur PT TMI berkunjung ke kantor.


Namun, saat sudah sampai di kantor PT TMI, Connie dibuat terkejut dengan kondisi kantornya.


"Saya datang ke sana bertiga. Staf saya 2 di mobil, saya turun sendiri karena memang hanya saya yang diundang," tutur Connie Rahakundini Bakrie dikutip dari video di kanal Youtube Akbar Faizal Uncensored.


"Saya lihat ada logo besar banget PT TMI. Cuma saya mulai aneh, kok gedungnya busuk banget, ya? Kok (perusahaan yang) mengurusi (bujet) Rp1.760 triliun rumputnya sudah liar begini," ucapnya.


Connie Rahakundini Bakrie kemudian diajak masuk oleh direktur yang mengundangnya. Dia semakin terkejut saat melihat kondisi di dalam kantor itu.


"Kok perusahaan yang mengurusi duit Rp1.760 triliun, petunjuk ruangannya terbuat dari ketas? Walaupun tetap ada logo perusahaannya. Logonya bagus dari besi."


Direktur itu kemudian menunjukkan kepada Connie daftar barang yang akan dibeli lewat perusahaannya.


"Saya sudah mulai aneh karena kantornya itu sepi banget cuma ada 1-2 orang aja. Saya tanya ke beliau, 'Di sini sama siapa pak?' Dia sebut satu nama jenderal, posisinya sebagai komisaris di perusahaan itu. Saya lihat ruangannya, sama, petunjuk ruangannya terbuat dari kertas juga," ucapnya.


Rencana Kementerian Pertahanan membeli alutsista dengan bujet Rp1.760 triliun terutang dalam dokumen rancangan Peraturan Presiden (Perpres) Tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) Kementerian Pertahanan dan TNI tahun 2020-2024. [Democrazy/pkry]