Pengamat Politik Ungkap Adanya '5 Kubu' di PDIP | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Minggu, 06 Juni 2021

Pengamat Politik Ungkap Adanya '5 Kubu' di PDIP

Pengamat Politik Ungkap Adanya '5 Kubu' di PDIP

Pengamat-Politik-Ungkap-Adanya-5-Kubu-di-PDIP

DEMOCRAZY.ID - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga mengatakan kubu-kubu di PDIP mulai Jokowi, Puan Maharani, Prananda, Budi Gunawan dan Hasto Kristiyanto.


Menurut Jamiluddin Ritonga, sangkalan internal PDIP tentang kubu-kubu ini tentu mengingkari realitas sesungguhnya yang terjadi.


Sebelumnya Kepala Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief menyatakan partainya telah melakukan komunikasi dengan banyak partai, termasuk PDIP bukan kubu Sekjen Hasto Kristiyanto.


Namun, internal PDIP menyangkal bahwa di partainya tidak ada kubu-kubuan.


Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul Jakarta, M Jamiluddin Ritonga mengatakan, sangkalan internal PDIP itu tentu mengingkari realitas sesungguhnya.


Sebab, tidak ada partai politik yang terbebas dari kubu-kubuan atau faksi-faksi.


Menurut Jamiluddin, secara sosiologis, organisasi besar seperti partai politik, pasti melahirkan faksi-faksi.


Kelahirannya alamiah karena adanya kepentingan yang sama. Kepentingan inilah menyatukan mereka untuk diperjuangkan bersama.


“Hal yang sama juga terlihat di PDIP. Di partai ini setidaknya ada dua kubu atau faksi besar, yaitu trah Soekarno dan non trah Soekarno,” ujar Jamiluddin, Sabtu (5/6).


Trah Soekarno juga masih dapat dapat dibagi dua kubu, yaitu kubu Puan Maharani dan kubu Prananda Prabowo.


“Dua kubu ini tampaknya mempunyai kekuatan yang besar,” imbuh mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta itu menambahkan.


Sementara kubu non trah Soekarno sebenarnya cukup banyak.


Namun ada tiga kubu yang tampaknya berpengaruh, yaitu kubu Jokowi, kubu Budi Gunawan, dan kubu Hasto Kristiyanto.


Jamiluddin yakin, kubu-kubu tersebut tentu berupaya memperjuangkan kepentingannya, termasuk untuk memunculkan calonnya pada Pilpres 2024.


Hanya saja, cara memperjuangkannya tidak frontal, karena semua kubu tersebut menghormati Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.


“Jadi, masing-masing kubu akan terus memunculkan calonnya dengan langgam berbeda. Hal itu terus dilakukan sampai Megawati memutuskan pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2024,” kata Jamiluddin.


“Namun cara kubu-kubu tersebut bisa saja menjadi frontal, bila Megawati tidak lagi memimpin PDIP. Setiap kubu akan berjuang secara terbuka untuk mewujudkan kepentingannya,” ucapnya.


Berita sebelumnya, Partai Demokrat sudah menjalin komunikasi dengan semua partai politik. Yaitu, PKS, Partai Golkar, PKB, PPP, Partai Nasdem, Partai Gerindra, PAN, dan PDIP.


Khusus PDIP, Kepala Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan, pihaknya menjali komunikasi dengan PDIP yang bukan kubu Hasto Kristiyanto.


Pertemuan antar partai selalu membicarakan penanggulangan Covid-19 dan resesi ekonomi, termasuk membahas koalisi 2024.


Pernyataan Andi Arief itu menjawab Hasto yang sebelumnya mengklaim partainya menutup peluang untuk berkoalisi dengan Demokrat termasuk PKS.


Ketidakcocokan tersebut lantaran PDIP memiliki ideologi yang berbeda dengan dua partai itu. [Democrazy/pjs]