Pegawai KPK Dilantik Hari Ini, MAKI: Ngotot Banget, Semakin Jelas Ada Agenda Tersembunyi Para Pimpinan KPK! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 01 Juni 2021

Pegawai KPK Dilantik Hari Ini, MAKI: Ngotot Banget, Semakin Jelas Ada Agenda Tersembunyi Para Pimpinan KPK!

Pegawai KPK Dilantik Hari Ini, MAKI: Ngotot Banget, Semakin Jelas Ada Agenda Tersembunyi Para Pimpinan KPK!

Pegawai-KPK-Dilantik-Hari-Ini-MAKI-Ngotot-Banget-Semakin-Jelas-Ada-Agenda-Tersembunyi-Para-Pimpinan-KPK


DEMOCRAZY.ID - KPK tetap akan melantik pegawai yang telah lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) menjadi ASN hari ini. 


Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menilai pelantikan yang dilakukan pada peringatan Hari Lahir Pancasila itu dinilai tak mencerminkan nilai-nilai Pancasila.


"Nah, kalau masih nekat ngotot dilantik, berarti ada agenda-agenda tersembunyi dari pimpinan KPK. Apalagi dengan (alasan) hanya sederhana sekali, pelantikan dilaksanakan tanggal 1 Juni biar Pancasilais," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada wartawan, Senin (31/5/2021).


Menurut Boyamin, alasan pelantikan pegawai KPK dilaksanakan pada 1 Juni agar Pancasilais tak tepat. 


Dia menilai pelantikan itu melanggar ketentuan karena TWK ini masih dalam proses pemeriksaan di Komnas HAM dan Ombudsman.


"Sekarang pertanyaan saya, kalau kemudian ini Pancasilais tapi kemudian melanggar hukum, apa itu namanya Pancasilais? Melanggar ketentuan, apa itu Pancasilais? Sedang dilaporkan ke Komnas HAM, melanggar HAM atau Pancasilais? 


Dilaporkan ke Ombudsman, dianggap maladministrasi, belum ada putusan kemudian dipaksakan dilantik, berarti kemudian malah itu melanggar aturan, bisa juga ini tidak Pancasilais malahan," jelas Boyamin.


"Jadi, menurut saya, saya minta itu ditunda dan kemudian tidak ada pelantikan, dan juga ada ketegasan untuk mengembalikan 75 orang yang dianggap tidak lulus TWK," lanjutnya.


Selain itu, Boyamin mengatakan pihaknya mengajukan permohonan ke Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai TWK ini. 


Materi yang digugat adalah soal TWK tak boleh merugikan pegawai.


"Hari ini (Senin kemarin) saya kan mengajukan permohonan uji materi ke MK tentang sengketa perbedaan tidak boleh merugikan dan tidak boleh dipecat pegawai KPK dengan alasan gugur atau tidak lulus TWK," jelasnya.


"Salah satu permohonan saya itu, salah satunya permohonan sela, meminta kepada semuanya, artinya pemerintah dan KPK, untuk tidak memberhentikan pegawai KPK sebelum ada putusan MK tentang makna tidak boleh merugikan itu boleh dipecat atau tidak boleh dipecat. 


Jadi, berdasar itu, saya minta tidak ada pelantikan besok (hari ini), juga tidak ada pemberhentian untuk 51 orang dan tetap diaktifkan kembali," katanya.


Seperti diketahui, KPK memutuskan tetap melantik 1.271 pegawai yang lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) menjadi ASN hari ini. 


Pelantikan dijadwalkan akan digelar di aula Gedung Juang KPK. [Democrazy/dtk]