Nilai Orang Lingkaran Jokowi Tak Siap Rezim Diganti, Analis Politik: Makanya Mereka Terus Hembuskan Wacana 3 Periode! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 08 Juni 2021

Nilai Orang Lingkaran Jokowi Tak Siap Rezim Diganti, Analis Politik: Makanya Mereka Terus Hembuskan Wacana 3 Periode!

Nilai Orang Lingkaran Jokowi Tak Siap Rezim Diganti, Analis Politik: Makanya Mereka Terus Hembuskan Wacana 3 Periode!

Nilai-Orang-Lingkaran-Jokowi-Tak-Siap-Rezim-Diganti-Analis-Politik-Makanya-Mereka-Terus-Hembuskan-Wacana-3-Periode

DEMOCRAZY.ID - Analis politik Pangi Syarwi Chaniago menanggapi kekhawatiran Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tentang wacana masa jabatan presiden maksimal tiga periode dengan menyodorkan data. 


AHY sebelumnya mengungkap kekhawatiran wacana itu disahkan tiba-tiba seperti halnya pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja yang penuh kejanggalan. 


"Ini data kami. Masyarakat menolak penambahan masa jabatan tersebut," ucap Pangi menanggapi kekhawatiran AHY saat dikonfirmasi, Selasa (8/6).


Menurut Pangi, data survei lembaganya Voxpol Center Research and Consulting menggambarkan 76 persen responden tidak tahu wacana amendemen UUD 1945 yang menjadi pintu masuk mengubah masa jabatan presiden. 


Selanjutnya, 77,4 persen responden juga tidak setuju jika amendemen itu dilakukan. 


Terakhir, 84,4 persen responden juga tak setuju masa jabatan presiden ditambah menjadi periode.


"Itu data survei April 2021," ucap direktur eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu.


Pria asal Sumatera Barat itu menduga wacana masa jabatan presiden tiga periode sengaja dihembuskan oleh orang-orang di lingkaran pemerintahan Presiden Jokowi. 


"Ini saya pikir ada kelompok di dalam lingkaran Jokowi yang terus menghembuskan wacana tiga periode agar tak padam," kata pengamat yang beken disapa dengan panggilan Ipang itu.


Dia menyebut kelompok itu adalah yang paling tidak siap bila rezim berganti. 


Sebab, mereka sudah nyaman dengan pemerintahan saat ini.


Selain itu, katanya, mereka juga tidak mau mengeluarkan modal besar lagi untuk mengamankan jagoannya pada Pilpres 2024 yang membutuhkan biaya mahal dan belum tentu juga yang dijagokan itu bakal menang. 


Hal itu menurut Pangi membuat pertarungan akan berat bagi mereka dan harus mulai dari nol lagi. 


Itulah mengapa kelompok tersebut lebih senang dengan tiga periode dan bisnis mereka juga bakal aman. 


"Mereka adalah kelompok-kelompok yang mencoba melawan arus rakyat. Kelompok cukong, oligarki dan pemodal yang selama ini sudah happy," tuding Pangi. [Democrazy/jpn]