Media China Ikut Soroti Polemik TWK KPK | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Rabu, 09 Juni 2021

Media China Ikut Soroti Polemik TWK KPK

Media China Ikut Soroti Polemik TWK KPK

Media-China-Ikut-Soroti-Polemik-TWK-KPK

DEMOCRAZY.ID - Proses alih status pegawai KPK dengan mekanisme tes wawasan kebangsaan (TWK) juga disorot media asing. 


Ragam pertanyaan yang dinilai janggal disorot oleh media South China Morning Post atau SCMP.


Artikel SCMP itu diunggah pada 4 Juni 2021 dengan judul 'All Chinese are the same': Indonesia's 'nationalism' test for graft-busters sparks outrage' atau terjemahan bebasnya 'Semua orang China sama saja': Tes 'nasionalisme' untuk pegawai antikorupsi memicu kemarahan. 


Tentang pertanyaan 'semua orang China sama saja' itu memang sebelumnya muncul dalam proses TWK KPK.


Dilansir dari SCMP, Rabu (9/6/2021), artikel itu membahas mengenai pertanyaan-pertanyaan menjurus seksual dan hal-hal sensitif dalam TWK. 


Artikel itu juga menyebutkan kritik yang membayangi TWK.


"Puluhan pegawai KPK terancam dipecat setelah dianggap gagal membuktikan kesetiaan kepada negara dalam tes yang mengajukan pertanyaan ofensif, termasuk soal apakah homoseksual harus dihukum secara fisik," tulis SCMP pada artikelnya itu.


SCMP juga menyebut nama Novel Baswedan sebagai salah satu penyidik senior di KPK yang mengalami teror penyiraman air keras pada 2017. 


Novel disebut SCMP termasuk dalam pegawai KPK yang gagal pada TWK.


"Lusinan pegawai di KPK menghadapi ancaman pemecatan setelah gagal dalam tes 'nasionalisme', dalam sebuah langkah yang menurut para kritikus dapat merusak perang melawan korupsi di negara demokrasi terbesar ketiga di dunia itu," tulisnya.


"Sekitar 75 dari mereka, termasuk penyelidik senior, gagal. Ketua KPK kemudian mengatakan 51 dari mereka harus meninggalkan organisasi, sisanya harus mengikuti program pelatihan khusus. 


Pertanyaan tes kemudian bocor ke media dan menjadi viral, memicu kritik karena dianggap aneh dan bahkan menyinggung kelompok minoritas," imbuhnya.


Berita ini lantas dicuitkan oleh Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Giri Suprapdiono. 


Dia termasuk dalam 75 pegawai KPK yang dinyatakan tak lulus TWK.


"TWK sudah jadi konsumsi media dunia. Media RRC pun menyoroti TWK KPK ini. Gawat koh! South China Morning Post, membahas keanehan TWK: Artikelnya berjudul 'All Chinese are the same': Indonesia's 'nationalism' test for graft-busters sparks outrage'," tulis Giri dalam cuitannya itu.


Giri juga mencantumkan artikel lain dari straitstimes.com yang berjudul 'Indonesia's top graft buster decries overhaul of anti-corruption body KPK as 'purge'. 


Artikel itu menampilkan foto Novel Baswedan di bagian depannya.


"Dunia internasional tahu ini proses 'overhaul KPK' dan penyingkiran 75 pegawai yang menjaga independensi dan integritas KPK. Kira-kira investor mau masuk Indonesia?" kata Giri. [Democrazy/dtk]