KPK Resmi Melantik Pegawainya Jadi ASN, Rocky Gerung: Pelantikan Penuh Pemaksaan, Gak Suci Tuh! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 01 Juni 2021

KPK Resmi Melantik Pegawainya Jadi ASN, Rocky Gerung: Pelantikan Penuh Pemaksaan, Gak Suci Tuh!

KPK Resmi Melantik Pegawainya Jadi ASN, Rocky Gerung: Pelantikan Penuh Pemaksaan, Gak Suci Tuh!

KPK-Resmi-Melantik-Pegawainya-Jadi-ASN-Rocky-Gerung-Pelantikan-Penuh-Pemaksaan-Gak-Suci-Tuh

DEMOCRAZY.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melantik dan mengambil sumpah jabatan pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada hari ini, Selasa, 1 Juni 2021 meski penolakan terus terjadi.

Pelantikan diikuti 1.271 pegawai secara daring dan luring di Aula Gedung Juang KPK. 


Diketahui hanya 53 pegawai yang hadir secara langsung dalam acara pelantikan ini.


Sementara 24 pegawai yang dinyatakan masih bisa dibina tidak masuk ke dalam pelantikan kali ini.


Di sisi lain, 693 pegawai sebelumnya juga telah melakukan unjuk rasa menolak pelantikan hari ini.


Ahli filsuf sekaligus pengamat politik, Rocky Gerung turut menyampaikan pandangannya terkait KPK dan pelantikannya. 


Menurut Rocky pelantikan tersebut karena dipaksakan maka menjadi pelantikan tidak suci.


"Jadi ini terpaksa kita musti rumuskan bahwa, kalaupun dipaksakan pelantikan itu artinya pelantikan yang tidak suci tuh karena ada pemaksaan,” ucapnya dilansir melalui YouTube Rocky Gerung Official, Selasa, 1 Juni 2021.


Rocky menganalisa, kemungkinan ada pegawai yang terpaksa mengikuti pelantikan ini.


"Mungkin aja ada beberapa orang yang terpaksa harus mengiyakan karena dijadikan contoh oleh KPK sebagai orang-orang yang taat aturan, karyawan-karyawan yang dilantik," katanya.


Meski begitu di hati kecil para pegawai itu tetap ada pemaksaan dan hal ini akan terus membayangi mereka saat bekerja di KPK.


"Tapi di dalam hati kecilnya tetap ada pemaksaan dan itu akan terus membayangi pekerjaan di KPK nanti. Karena pemaksaan maka kelegaan itu gak muncul," tandasnya.


Rocky melihat bahwa demi menyelamatkan momentum hari ini, 1 Juni, maka harus ada upacara tersebut.


"Jadi tetap saya lihat bahwa demi menyelamatkan momentum 1 Juni, maka musti ada upacara itu. Jadi sesuatu yang direkayasa aja kan," jelasnya.


Bisa saja, kata Rocky, pelantikan ini palsu agar momentum hari ini tidak menimbulkan citra buruk.


"Bisa juga nanti Zoom nya palsu, segala macam, pokoknya 1 Juni gak boleh menimbulkan citra kegetiran atau kesedihan," pungkas ahli filsuf itu.


Menurutnya inilah arogansi ideologis yang terjadi saat ini.


"Ini yang disebut arogansi ideoligis gitu. Jadi seolah-olah Pancasila itu gak lagi punya efek kalau gak berhasil melantik pejabat KPK ke ASN baru kan," terangnya.


Padahal Pancasila sendiri sudah tetap menjad pondasi kata Rocky.


"Padahal Pancasila ya sudah, dia sudah menetap menjadi pondasi, menjadi kesepakatan kultural. Kenapa musti dicarikan pembenaran tuh bahwa Pancasila memang 1 Juni karena ada pelantikan KPK, kan otaknya begitu," tambahnya sambil tertawa. [Democrazy/gmd]