Bungkam Para Pemfitnah, Ustadz Adi Hidayat Beberkan Rincian Bukti Donasi & Penyaluran Bantuan untuk Palestina | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Kamis, 03 Juni 2021

Bungkam Para Pemfitnah, Ustadz Adi Hidayat Beberkan Rincian Bukti Donasi & Penyaluran Bantuan untuk Palestina

Bungkam Para Pemfitnah, Ustadz Adi Hidayat Beberkan Rincian Bukti Donasi & Penyaluran Bantuan untuk Palestina

Bungkam-Para-Pemfitnah-Ustadz-Adi-Hidayat-Beberkan-Rincian-Bukti-Donasi-dan-Penyaluran-Bantuan-untuk-Palestina

DEMOCRAZY.ID - Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjabarkan secara rinci hasil donasi serta penyaluran dana yang sudah dikeluarkan untuk warga Palestina. 


Hal itu dilakukannya sebagai bentuk transparansi serta menjawab tudingan pada dirinya, seolah mengambil sebagian uang dari donasi tersebut.


Ia menegaskan timnya sangat tertib dan terbuka dalam mengumpulkan bukti penyaluran donasi. 


Dalam video di channel YouTube resminya, Ustadz Adi Hidayat memperlihatkan beberapa lembar bukti donasi serta penyalurannya dari rakyat Indonesia untuk membantu Palestina.


"Kalau ada donatur yang tanya, ustadz bagaimana prosesnya? Insya Allah kita akan sampaikan secara terbuka. Untuk keterbukaan tetap kami sampaikan," buka Ustaz Adi Hidayat dilansir, Kamis (3/5/2021).


Dimulai dari saldo akhir pada 24 Mei 2021, Ustadz Adi Hidayat memperlihatkan bukti saldo rekening donasi sebesar Rp30.880.110.894.54 atau Rp30,8 miliar.


"OJK, PPATK atau pihak terkait silakan dilihat dan disampaikan ke kami kalau ada yang mengganjal. Hari Sabtu terkumpul segini, ada di hari yang sama permintaan dari Gaza relawan di sana lewat INH," tuturnya.


Dirinya juga memperlihatkan bahwa timnya sudah mengirimkan dan mentransfer dana sebesar USD 715 ribu atau setara dengan Rp10.272.905.500.


"Ini rinciannya. USD715.000 ada rincian tujuh poin di sana. Bukti tertulisnya ada, suratnya saya jawab 23 Mei, 24 Mei kita transfer. Ini bukti transfernya nih, ada nih hati-hati bukan nggak ada, akan terlacak arus rekeningnya kelihatan," ujarnya.



Jika mau, diirnya bahkan telah menyiapkan rekening koran di mana sehari bisa 625 halaman. 


"Bayangkan itu yang mau lihat-lihat, baca-baca silakan 625 sehari kali 6 aja," kata dia.


Di hari yang sama, dirinya datang ke MUI dan menyalurkan donasi tahap dua. 


Ustadz Adi Hidayat mengatakan penyaluran donasi ada tiga tahap.


"Kita datang ke MUI di DSN menyalurkan sebagiannya, tahap dua karena kita bagi tiga tahap, tahap pertama untuk kebutuhan mendesak di Gaza karena dibombardir waktu itu, nilainya yang kita transfer Rp 10.272.905.500 setara dengan 715 ribu USD," kata dia sambil memperlihatkan sertifikat dari INH dan ada bukti bermaterai yang menegaskan dana sudah ditransfer.


Pada 24 Mei hari senin, saat timnya datang ke MUI ada dubes Palestina. 


"Kami menyerahkan USD 1 juta. Palestina itu bukan wilayah Gaza saja, kita titipkan ke MUI untuk di tepi barat di Hebron. Di sana rencananya akan dibangunkan rumah sakit Indonesia," tuturnya.


Tak cuma itu, Ustadz Adi Hidayat juga langsung memperlihatkan bukti transfer dan surat bukti serah terimanya. 


Di mana dirinya menegaskan dana donasi itu juga berasal dari rakyat Indonesia. 


"MUI sudah menerima dan jalan. Dapat deh ini (sertifikat) Rp14,3 miliar," Ustaz Adi Hidayat.


"Kita transfer, jangan posisikan donasi ini dari seorang Adi Hidayat, tapi saya ingin ini dipahami donasi dari rakyat Indonesia. Ditulis di papan donasi, rakyat yang berdonasi. Bagi yang nyumbang berhak bertanya," ucap Ustadz Adi Hidayat.


Sampai saat ini. Adi Hidayat mengaku belum menemukan orang yang ikut berdonasi meminta bukti transfer.


"Alhamdulillah donatur ini baik-baik, tapi tetap kita jaga kepercayaan mereka, jangan sampai saya misalnya saya enggak ikut nyumbang tapi saya sendiri tanya mana bukti transfernya, mana bukti donasinya. 


Tapi, kalau ada demikian saya enggak bisa menilai, yang penting jangan membuat sesuatu yang gaduh, polarisasi, perpecahan atau sebagainya. Itu kita akan kejar yang seperti itu agar tidak membuat kegaduhan-kegaduhan," kata Ustadz Adi Hidayat. [Democrazy/okz]