Arteria ke Partai Demokrat: Pak Yasonna Kan Cuma Bercanda, Jangan Baper Lah! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Kamis, 10 Juni 2021

Arteria ke Partai Demokrat: Pak Yasonna Kan Cuma Bercanda, Jangan Baper Lah!

Arteria ke Partai Demokrat: Pak Yasonna Kan Cuma Bercanda, Jangan Baper Lah!

Arteria-ke-Partai-Demokrat-Pak-Yasonna-Kan-Cuma-Bercanda-Jangan-Baper-Lah

DEMOCRAZY.ID - Kader Partai Demokrat (PD) geram atas candaan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly yang menyebut 'bos Benny Harman masih lama jadi presiden'. 


Anggota Komisi III Fraksi PDIP Arteria Dahlan membela Yasonna dari serangan kader Partai Demokrat.


"Nggak ada masalah, kan Pak Laoly sudah sampaikan sebelum Pak Santoso keberatan sehingga kalimat 'misalnya-misalnya, sebagai contoh kan masih muda'," kata Arteria kepada wartawan, Kamis (10/6/2021).


Arteria tak melarang kader Partai Demokrat baper dengan candaan Yasonna Laoly. 


Namun, menurut Arteria, tak perlu baper dengan urusan yang dimaksudkan sebagai guyonan.


"Jadi clear, tidak perlu dipolemikkan lagi. Kalau ada yang baper, itu kan hak, kita nggak bisa maksa, tapi pastinya nggak penting banget baper untuk urusan beginian, apalagi dari awal sudah kita ketahui bersama dalam konteks bercanda," ujarnya.


Benny K Harman dan Santoso merupakan elite Partai Demokrat yang juga anggota Komisi III seperti Arteria Dahlan. 


Sedangkan Yasonna tak menjelaskan siapa 'bos Benny Harman'.


Menurut Arteria, bapernya kader Demokrat itu bukan soal kedewasaan politik. 


Bila ada candaan Yasonna yang menyinggung pribadi, menurut Arteria, tak perlu sampai sakit hati.


"Bukan (soal kedewasaan politik), hanya perlu meyakinkan mereka bahwa semua perdebatan dalam forum rapat komisi untuk tujuan yang mulia, seandainya ada redaksi yang menyinggung diri, tidak perlu dibahas sampai sakit hati," ucap Arteria.


"Komisi III komisi Merah Putih, kami saling hormat-menghormati apalagi terhadap ketua umum partai masing-masing," imbuhnya. [Democrazy/dtk]