Anita Wahid Sebut Gus Dur Belum Tentu Lulus Jika Ikut TWK KPK, Ini Alasannya | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Rabu, 09 Juni 2021

Anita Wahid Sebut Gus Dur Belum Tentu Lulus Jika Ikut TWK KPK, Ini Alasannya

Anita Wahid Sebut Gus Dur Belum Tentu Lulus Jika Ikut TWK KPK, Ini Alasannya

Anita-Wahid-Sebut-Gus-Dur-Belum-Tentu-Lulus-Jika-Ikut-TWK-KPK-Ini-Alasannya

DEMOCRAZY.ID - Putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Anita Hayatunnufus (Anita Wahid), menulis sindiran soal tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk alih status pegawai KPK menjadi ASN. 


Dia menyebut Gus Dur juga belum tentu lulus jika ikut TWK KPK.


"Kalau Gus Dur ikut TWK, ya udah pasti lulus. Oh, belum tentu," kata Anita lewat postingannya di Instagram @anitwahid, Rabu (9/6/2021). 


Anita Wahid sudah mengizinkan postingannya dikutip.


"Pertama, beliau orang yang sangat kuat pegangan nilainya. Apa pun yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan ya pasti akan dilawan," tulis Anita.


Anita menyebut pimpinan KPK pastinya akan menandai Gus Dur karena, menurutnya, tidak bisa diatur oleh pimpinan KPK. 


Dia mengumpamakan, saat mengikuti TWK, Gus Dur pasti mengutip ayat-ayat maupun kitab klasik jika diharuskan memilih Al-Qur'an atau Pancasila.


"Nah, model yang kaya gini kayanya dari awal bakalan udah 'ditandain', nggak bisa diatur sama Pimpinan KPK," ucapnya.


"Kedua, pas tes wawancara kemungkinan besar pewawancaranya yang pusing. Disuruh milih antara Al-Qur'an dan Pancasila, maka beliau bisa jawab panjang lebar mengutip ayat-ayat maupun kitab-kitab klasik. 


Plus sambil pula menyitir pandangan para pemikir besar tentang demokrasi, dasar negara, kebebasan individu, dan HAM, dan tentunya menyematkan pandangan-pandangan beliau tentang hal-hal ini," tambahnya.


Anita mengatakan pewawancara itu malah pusing menghadapi Gus Dur karena bingung memasukkan kategori mana. 


Menurut Anita, Gus Dur belum tentu akan lulus TWK karena tes tersebut dinilai ngawur.


"Abis itu pewawancaranya pusing, Gus Dur ini masuk spektrum mana? Religius? Liberal? Demokratis? Atau apa? Itu aja pun dengan asumsi yang wawancara 'nyampe' dan paham sama yang beliau sampaikan," katanya.


"Jadi, Gus Dur belum tentu lolos TWK ajaib nan ngawur itu," imbuhnya. [Democrazy/dtk]