Akui Siap Jadi Presiden RI 2024, Ustadz Yusuf Mansur: Saya Ini Pernah Jadi Komisaris Perusahaan Raksasa Nasional! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 07 Juni 2021

Akui Siap Jadi Presiden RI 2024, Ustadz Yusuf Mansur: Saya Ini Pernah Jadi Komisaris Perusahaan Raksasa Nasional!

Akui Siap Jadi Presiden RI 2024, Ustadz Yusuf Mansur: Saya Ini Pernah Jadi Komisaris Perusahaan Raksasa Nasional!

Akui Siap Jadi Presiden RI 2024, Ustadz Yusuf Mansur: Saya Ini Pernah Jadi Komisaris Perusahaan Raksasa Nasional!

DEMOCRAZY.ID - Pendakwah kondang, Ustadz Yusuf Mansur mengutarakan bahwa ia hanya berminat untuk menjadi Presiden Indonesia di tahun 2024, bukan menjadi Komisaris perusahaan.


“Bismillah Presiden hehehe,” tulis Ustadz Yusuf Mansur melalui akun Twitternya @Yusuf_Mansur, Senin, 7 April 2021.


Ia menganggap posisi Komisaris perusahaan sudah diisi oleh tokoh-tokoh nasional. 


Berbeda dengan Presiden, menurutnya, posisi tersebut hanya dapat diisi oleh orang-orang tertentu.


“Jangan tanggung ah, Komisaris mah udah banyak,” tutur pengagas Program Pembibitan Al-Qur’an (PPPA) ini.


Di samping itu, Ustadz Yusuf Mansur mengungkapkan bahwa dirinya sudah pernah merasakan asam garam kehidupan sebagai Komisaris di sebuah perusahaan.


Pada saat itu, Ustadz Yusuf Mansur mengaku pernah menjadi Komisaris di salah satu perusahaan raksasa di Indonesia.


Tidak tanggung-tanggung, perusahaan tersebut ternyata memiliki investor dari luar negeri.


“Saya dah pernah jadi Komisaris perusahaan raksasa nasional dengan investor internasional,” papar Ustadz Yusuf Mansur.


Tidak hanya itu, Ustadz Yusuf Mansur mengaku jika saat ini ia masih menjabat Komisaris di beberapa perusahaan.


Menurutnya, menjadi seorang Komisaris itu merupakan sesuatu yang biasa. Pasalnya, ia kini sedang menjabat sebagai seorang Komisaris di beberapa perusahaan.


“Biasa aja. Sekarang masih jadi Komisaris beberapa perusahaan,” imbuhnya.


Kemudian Ustadz Yusuf Mansur mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut kini sudah mempekerjakan kurang lebih 5000 karyawan.


“Dengan total lebih kurang 5 ribu karyawan. Maafin ya,” pungkas Ustadz Yusuf Mansur. [Democrazy/gmd]