Warga Tangerang Minta Maaf Soal Protes Toa Masjid, Begini Penjelasannya | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Kamis, 20 Mei 2021

Warga Tangerang Minta Maaf Soal Protes Toa Masjid, Begini Penjelasannya

Warga Tangerang Minta Maaf Soal Protes Toa Masjid, Begini Penjelasannya

Warga-Tangerang-Minta-Maaf-Soal-Protes-Toa-Masjid-Begini-Penjelasannya

DEMOCRAZY.ID - MR (43), seorang sopir di Kompleks Perumahan Illago, Gading Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, memprotes suara Toa dari salah satu masjid di Desa Curug Sangereng. Dia meminta agar Toa masjid tersebut digeser.

MR mengaku protes tersebut adalah inisiatifnya tanpa ada permintaan dari majikannya. 


Dia pun meminta maaf atas kejadian tersebut.


"Saya meminta maaf atas kekeliruan saya menyuruh DKM Masjid Al Fudollah untuk mengecilkan suara Toa," ujar MR dalam rekaman video yang diterima, Kamis (20/5/2021).


Sebelumnya, MR menyampaikan bahwa dirinya disuruh oleh majikannya yang tinggal di Illago. MR kemudian meluruskan informasi tersebut.


"Saya di sini melakukan atas inisiatif saya sendiri dan tidak ada disuruh orang lain yang beredar di sosial media," tambahnya.


MR menyesali perbuatannya yang sudah meresahkan warga Desa Curug Sangereng tersebut. 


MR mengaku ke depannya akan lebih berhati-hati dalam bertutur kata.


"Sekali lagi saya meminta maaf kepada warga Curung Sangereng dan tiga pilar, khususnya. Ke depannya saya berhati-hati dalam bertutur kata dan akan mendukung semua program yang ada di Curug Sangereng," ujarnya.


Untuk diketahui, Kompleks Perumahan Illago di Gading Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, digeruduk massa. 


Insiden ini terjadi setelah salah satu warga di perumahan tersebut memprotes pengeras suara di masjid.


Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman menjelaskan peristiwa bermula ketika seorang sopir warga di Illago menyampaikan protes ke pengurus masjid soal pengeras suara. 


Sopir tersebut menyampaikan bahwa majikannya merasa terganggu oleh volume pengeras suara. Padahal, MR-lah yang merasa terganggu.


Namun situasi sudah kondusif setelah pihak kepolisian melakukan mediasi. Iman Imanuddin membenarkan adanya kejadian itu. 


Iman memastikan situasi di lokasi kondusif, meski warga sempat berkumpul di depan perumahan warga tersebut.


"Sudah clear semalam. Sejak kejadian juga sudah kita amankan dan tidak ada masalah. Yang protes juga sudah bikin permintaan maaf," kata Iman saat dihubungi, Kamis (20/5/2021).


Ketua RT setempat, sekaligus pengurus masjid, Abdul Haer menjelaskan kejadian bermula pada Rabu (19/5) saat azan Magrib, seorang sopir dari warga Cluster Illago bernama Mad Romli, menghubunginya soal Toa masjid.


"Jadi awalnya ada utusan dari cluster disuruh menggeser pengeras suara sedikit, itu juga nggak saya hiraukan. Makanya emang berdirinya masjid (berdekatan) sama cluster, cuma dia ngerasa agak keganggu, bukan keganggu, minta tolong digeser (Toa)," kata Abdul Haer saat ditemui di lokasi, Kamis (20/5/2021).


Sebelum datang, kata Abdul Haer, Mad Romli menghubunginya terlebih dahulu. 


Saat itu Abdul Haer memintanya datang dan menyelesaikannya bersama pengurus masjid.


"Karena pas azan Magrib itu dia ketemu sama pengurus lain. Jadi sebelum ketemu saya, ketemu pengurus lain dulu," katanya. [Democrazy/dtk]