Usai Gencatan Senjata Israel-Hamas, Joe Biden Janji Bakal Bangun Kembali Gaza | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Sabtu, 22 Mei 2021

Usai Gencatan Senjata Israel-Hamas, Joe Biden Janji Bakal Bangun Kembali Gaza

Usai Gencatan Senjata Israel-Hamas, Joe Biden Janji Bakal Bangun Kembali Gaza

Usai-Gencatan-Senjata-Israel-Hamas-Joe-Biden-Janji-Bakal-Bangun-Kembali-Gaza

DEMOCRAZY.ID - Presiden Amerika Serikat Joe Biden menjanjikan bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza saat dia memuji kesepakatan gencatan senjata Israel dan Hamas pada Kamis (20/5) lalu.

Biden juga berjanji untuk mengisi kembali sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel, meskipun ada keluhan dari Partai Demokrat tentang penjualan senjata AS yang tertunda ke Israel.


Ia mengatakan AS akan bekerja melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pemangku kepentingan internasional lainnya "untuk memberikan bantuan kemanusiaan yang cepat dan untuk mengumpulkan dukungan internasional bagi orang-orang di Gaza dan dalam upaya rekonstruksi Gaza."


Dia bersikeras bahwa bantuan rekonstruksi akan diberikan dalam kemitraan dengan Otoritas Palestina dan bukan dengan Hamas, yang oleh Amerika Serikat disebut sebagai organisasi teroris.


Otoritas Palestina, yang dijalankan oleh Presiden moderat Mahmoud Abbas, hanya mengatur sebagian dari Tepi Barat yang diduduki, sementara Hamas memegang kekuasaan di Jalur Gaza.


"Kami akan melakukan ini dalam kemitraan penuh dengan Otoritas Palestina, bukan Hamas, dengan cara yang tidak mengizinkan Hamas untuk mengisi kembali persenjataan militernya," kata Biden seperti dilansir Reuters, Sabtu (22/5).


Sementara itu Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan Menteri Luar Negeri Antony Blinken akan melakukan perjalanan ke wilayah Gaza dalam beberapa hari mendatang untuk bertemu dengan rekan-rekan Israel, Palestina dan regional.


Hal itu dilakukan untuk membahas upaya pemulihan dan "bekerja sama untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi Israel dan Palestina."


Diketahui, perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Palestina berlaku pada Jumat (21/5) sehari setelah Joe Biden menyerukan, "penurunan yang signifikan", atas konflik di Jalur Gaza ke Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.


Desakan Biden itu terjadi di tengah tawaran mediasi oleh Mesir, Qatar dan PBB.


Selama negosiasi, Biden berbicara dengan dua pemimpin yang memiliki hubungan tegang dengannya, enam kali dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, termasuk dua kali pada hari Kamis, dan satu kali dengan Presiden Mesir Abel Fattah al-Sisi.


Baik Netanyahu dan Sisi dekat dengan pendahulu Biden, Donald Trump. [Democrazy/cn]