Upaya Resolusi PBB untuk Gencatan Senjata Israel-Palestina Terhalang AS: Netanyahu Masih Lapar! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Kamis, 20 Mei 2021

Upaya Resolusi PBB untuk Gencatan Senjata Israel-Palestina Terhalang AS: Netanyahu Masih Lapar!

Upaya Resolusi PBB untuk Gencatan Senjata Israel-Palestina Terhalang AS: Netanyahu Masih Lapar!

Upaya-Resolusi-PBB-untuk-Gencatan-Senjata-Israel-Palestina-Terhalang-AS-Netanyahu-Masih-Lapar

DEMOCRAZY.ID - Rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk genjatan senjata Israel vs Palestina dan penguasa Hamas di Gaza ditentang Amerika Serikat (AS).

Negara adidaya itu beralasan, resolusi tersebut bisa mengganggu upaya pemerintahan Joe Biden untuk mengakhiri permusuhan dua negara tersebut.


Pernyataan pers membutuhkan persetujuan dari semua 15 anggota dewan.


Sebuah resolusi hanya membutuhkan setidaknya sembilan suara ‘ya’ tanpa veto oleh Amerika Serikat atau salah satu dari empat negra anggota tetap DK PBB lainnya.


Salah seorang juru bicara Prancis mengatakan, telah berlangsung diskusi yang sangat intens pada Rabu (19/5) dengan AS mengenai resolusi yang diusulkan.


Prancis menyusun resolusi tersebut setelah AS sebelumnya memblokir setidaknya empat upaya agar dewan mengeluarkan pernyataan pers yang menyerukan diakhirinya permusuhan.


Tidak jelas apakah atau kapan, Prancis akan mengedarkan rancangan resolusi kepada semua anggota dewan atau menyerukan pemungutan suara yang kemungkinan akan mengarah pada veto AS.


Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 orang menjadwalkan pertemuan terbuka tentang konflik Israel-Palestina pada Kamis (20/5).


Diharapkan semua menteri bisa menghadiri sidang ini.


Biden Ditekan, Netanyahu Masih ‘Lapar’


Di sisi lain, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengaku sangat menghargai dukung Biden kepada Israel untuk membela diri.


Akan tetapi, Netanyahu tak menggubris permintaan Biden untuk menyudahi kekerasan dan secepatnya melakukan genjatan senjata.


“Saya bertekad untuk melanjutkan operasi ini sampai tujuannya tercapai, untuk mengembalikan perdamaian dan keamanan bagi warga Israel,” kata Netanyahu usai percakapan telepon dengan Biden Rabu (19/5), seperti dikutip dari Time of Israel.


Dalam percakapan tersebut, Biden mengatakan kepada Netanyahu bahwa Amerika Serikat ingin melihat ‘penurunan yang signifikan dalam kekerasan yang sedang berlangsung antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza’.


Arahan Biden ini adalah yang pertama disampaikan secara terbuka di tengah kekerasan yang terjadi di wilayah Gaza.


Di mana ia mendapat tekanan dari dunia internasional agar membuka jalan bagi genjacatan senjata di Gaza.


Biden sebelumnya mengatakan dia akan mendukung gencatan senjata dalam konflik antara Israel dan pejuang Palestina di wilayah yang dikuasai Hamas.


Biden juga telah mendapat tekanan yang semakin besar dari beberapa Demokrat progresif untuk mengambil tindakan lebih keras terhadap Israel karena perannya dalam konflik tersebut.


Israel dan kelompok militan Palestina di Gaza kembali baku tembak hingga Rabu.


Lebih dari 200 warga Palestina tewas akibat pertempuran itu, begitu pula sedikitnya selusin warga Israel, dan ribuan orang di daerah itu terluka.


Banyak korban jiwa, terutama di Gaza, adalah anak-anak dan warga sipil lainnya. [Democrazy/pjs]