Terbukti! Israel Negeri Pelaku Tindakan Rasis Apartheid, Lihat Nih Kelakuannya | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Rabu, 19 Mei 2021

Terbukti! Israel Negeri Pelaku Tindakan Rasis Apartheid, Lihat Nih Kelakuannya

Terbukti! Israel Negeri Pelaku Tindakan Rasis Apartheid, Lihat Nih Kelakuannya

Terbukti-Israel-Negeri-Pelaku-Tindakan-Rasis-Apartheid-Lihat-Nih-Kelakuannya

DEMOCRAZY.ID - Cendekiawan muslim NU, Ulil Abshar Abdalla menunjukkan bukti Israel jelas rasis lantaran mempraktikan apartheid.

Malahan Israel negeri apartheid ini sudah dilabeli oleh Human Right Watch.


Salah satu bentuknya meski di dalam negeri, orang Arab di Israel punya status yang sama dengan warga Yahudi di negeri Zionis tersebut. 


Tapi orang Arab kerap didiskriminasi dalam kehidupan sehari-hari di Israel lho.


Diskriminasi Warga Arab di Israel


Terbukti-Israel-Negeri-Pelaku-Tindakan-Rasis-Apartheid-Lihat-Nih-Kelakuannya

Diskriminasi berbasis ras ini bukan bualan saja. Itu merupakan salah satu temuan dari laporan Human Right Watch.


Menurut laporan Human Right Watch, setidaknya ada 1,8 juta orang Arab di Israel saat ini. 


Tapi mereka orang Arab ini kerap mendapatkan diskriminasi dalam kehidulan sehari-hari lho.


Ulil mengulas konflik Israel dengan Palestina ini masalah baru muncul pada 1948 dan makin problematik sampai saat ini. Padahal dulunya kaum Yahudi bisa lho hidup bersama umat Islam.


“Selama berabad2 bangsa Yahudi bisa hidup berdampingan dg umat Islam di kerajaan2 Islam klasik, mulai dari zaman Abbasiyah hingga Turki Usmani. Filsuf2 Yahudi justru muncul di era keemasan peradaban Islam ini. Masalah baru muncul ketika berdiri Israel pada 1948,” tulis Ulil dalam cuitannya dikutip Rabu 19 Mei 2021.


Berdirinya Israel mengoyak dan menyisakan trauma bagi bangsa Arab. 


Bagaimana enggak, saat Israel berdiri sebagai negara pada 14 Mei 1948, sekitar 800 ribuan rakyat Palestina terusir dari tanah mereka lantaran diteror milisi Yahudi.


Bukan itu saja, dampak dari Israel berdiri itu 550 kota dan permukiman Palestina disapu habis.


“Setelah itu, hubungan antara umat Islam dan orang Yahudi di negeri2 Arab berubah,” tulis Ulil.


Tetapi, hingga sekarang masih ada sejumlah komunitas Yahudi yang tinggal di negeri Muslim, seperti Maroko, Tunisia, Turki, Lebanon, Iraq, dll. Meskipun jumlahnya memang merosot.


Menurutnya merosotnya jumlah orang Yahudi di dunia Arab jelas karena konflik Palestina-Israel, dan terjadi setelah Israel berdiri.


“Sebelum itu, selama berabad-abad, bangsa Yahudi bisa hidup bebas di negeri-negeri Muslim, bahkan secara intelektual mereka tumbuh ‘flourishing'” jelas Ulil.


Bukti apartheidnya Israel bisa dilihat dari diskriminasi pada warga Arab di negeri Zionis itu kia menjadi-jadi saja.


Ulil mengatakan, kekinian ada kasus diskriminasi atas orang Arab di Lehava dan La Familia.


“Saat serangan ini terjadi, polisi Israel tak bergerak untuk melerai. Dan, on top of that, Human Right Watch telah mendeklarasikan: Israel sudah mempraktekkan kebijakan apartheid, baik di Israel sendiri maupun di wilayah pendudukan (Tepi Barat, Gaza, dan Jerusalem Timur). Dengan kata lain: Isreal skg ini sudah menjadi negeri apartheid,” tegasnya.


Israel Rasis Apartheid


Terbukti-Israel-Negeri-Pelaku-Tindakan-Rasis-Apartheid-Lihat-Nih-Kelakuannya


Bukti rasis lainnya yakni perlakuan istimewa bag keturunan Yahudi. Aktivis Faid Gaban menuliskan ketentuan hukum di Israel yang mendiskriminasi.


“Menurut UU “Law of Return” yg dibuat Isarel pada 1950: “setiap orang Yahudi (di mana saja) berhak tinggal di Israel dan menjadi warga negara Israel. Itu sendiri sudah jelas rasis/apartheid. UU itu mendorong diaspora Yahudi datang utk menggusur Arab Palestina sampai kini,” jelas @faridgaban.


Ulil yang merupakan menantu Gus Mus ini bersikap membela Palestina, dengan menawarkan solusi dua negara tetap eksis yakni Palestina dan Israel.


Namun demikian, dia menilai Israel itu penjajah dan Palestina ini yang dieksploitasi.


“Kalau saya, hitam-putih. Jelas. Soal kompromi dan harus ada dua negara, saya setuju. Tetapi dalam keseluruhan konflik ini, jelas gambarnya hitam putih. Israel agresor, penjajah, Palestina dijajah. Israel adalah sisa terakhir dari era kolonialisme pada awal abad ke-20,” tulisnya. [Democrazy/hops]