Terbongkar! Seminggu Sebelum Bombardir Gaza, Joe Biden Ternyata Sudah Teken Penjualan Senjata ke Israel | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 18 Mei 2021

Terbongkar! Seminggu Sebelum Bombardir Gaza, Joe Biden Ternyata Sudah Teken Penjualan Senjata ke Israel

Terbongkar! Seminggu Sebelum Bombardir Gaza, Joe Biden Ternyata Sudah Teken Penjualan Senjata ke Israel

Terbongkar-Seminggu-Sebelum-Bombardir-Gaza-Joe-Biden-Ternyata-Sudah-Teken-Penjualan-Senjata-ke-Israel

DEMOCRAZY.ID - Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden dilaporkan menyetujui penjualan senjata senilai 735 juta dolar AS ke Israel di tengah serangan Tel Aviv yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, menurut sebuah laporan dari media AS.

Keputusan untuk menyetujui penjualan itu dibuat pada 5 Mei 2021, sekitar seminggu sebelum kekerasan yang meningkat di Palestina dimulai, lapor harian Washington Post, dikutip dari Anadolu Agency, Selasa, 18 Mei 2021.


Persetujuan penjualan senjata itu muncul di tengah kritikan yang meningkat saat itu terhadap pengusiran warga Palestina yang direncanakan Israel dari daerah di Yerusalem Timur, dan penggerebekan berulang kali di Masjid al-Aqsa.


Keputusan perizinan penjualan senjata, yang sebagian besar terdiri dari bom Joint Direct Attack Munitions, telah memicu pertentangan di antara beberapa anggota Partai Demokrat Presiden AS Joe Biden.


Anggota DPR AS, Ilhan Omar memperdebatkan penjualan senjata itu karena jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Gaza terus meningkat.


Omar mengatakan tak lama setelah laporan Washington Post itu diterbitkan kejahatan terhadap kemanusiaan dilakukan dengan dukungan AS.


"Akan sangat mengerikan bagi Pemerintahan Biden untuk menyerahkan 735 juta dolar AS persenjataan bom berpemandu GPS ke Netanyahu setelah meningkatnya kekerasan dan serangan terhadap warga sipil," kata dia dalam sebuah pernyataan, mengacu pada Perdana Menteri Israel Netanyahu.


"Jika ini berhasil, langkah ini akan dilihat sebagai lampu hijau untuk eskalasi lanjutan dan akan melemahkan setiap upaya untuk menengahi gencatan senjata," ujar Omar.


Hingga saat ini, sedikitnya 212 warga Palestina tewas, termasuk 61 anak-anak, dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak pekan lalu, menurut Kementerian Kesehatan Palestina yang berbasis di Gaza.


Lebih dari 11.305 orang juga terluka dan puluhan bangunan hancur atau rusak dalam serangan Israel.


Diberitakan sebelumnya, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan pergoki Joe Biden menjual senjata ke Israel di tengah konflik yang terjadi di Jalur Gaza.


"Hari ini kami melihat tanda tangan Biden pada penjualan senjata ke Israel," kata Erdogan mengacu pada laporan media AS.


Erdogan juga mengumpamakan Joe Biden sedang menulis sejarah dengan tangan yang 'berlumuran darah" akibat mengabaikan penderitaan warga Palestina.


"Anda menulis sejarah dengan tangan berdarah Anda," kata Erdogan dalam sambutannya di televisi yang ditujukan kepada Joe Biden. [Democrazy/pkry]