Tanggapi Pidato Bipang Ambawang Jokowi, PKB: Kan untuk Menyambut Kenaikan Isa Almasih | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Minggu, 09 Mei 2021

Tanggapi Pidato Bipang Ambawang Jokowi, PKB: Kan untuk Menyambut Kenaikan Isa Almasih

Tanggapi Pidato Bipang Ambawang Jokowi, PKB: Kan untuk Menyambut Kenaikan Isa Almasih

Tanggapi-Pidato-Bipang-Ambawang-Jokowi-PKB-Kan-untuk-Menyambut-Kenaikan-Isa-Almasih

DEMOCRAZY.ID - PKB membela Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pidato mempromosikan babi panggang (Bipang) Ambawang yang ramai diperbincangkan. 

PKB menilai Jokowi memang semangat mengangkat produk dalam negeri, khususnya kuliner Nusantara.


"Presiden itu sedang semangat mengangkat produk lokal dan penguatan ekonomi masyarakat, khususnya khas kuliner Nusantara, agar meskipun terjadi pembatasan mudik, tetapi tidak sampai menghentikan denyut ekonomi masyarakat," kata Ketua DPP PKB, Daniel Johan, Sabtu (8/5/2021).


Daniel menilai Lebaran merupakan kultur yang dirasakan seluruh masyarakat beragama. 


Jadi, menurutnya, Jokowi memanfaatkan momen Lebaran ini sekaligus untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.


"Selain memang mudik dan kegembiraan saat Lebaran juga sudah menjadi milik dan kultur semua masyarakat, yang nonmuslim pun ikut merasakan kegembiraan dan saling bersilaturahmi dengan tetangga, keluarga, dan kenalannya. Jadi presiden melihat Lebaran ini juga sebagai momentum yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat, yang membawa berkah bagi berbagai lapisan masyarakat," ujarnya.


"Kebetulan bipang itu dari dapil saya, Kalbar, yang memang terkenal dan memiliki segmen pasar tersendiri, seperti BPK di Karo Sumut, dan banyak produk khas Kalbar lainnya yang lebih diterima secara umum, seperti bubur pedas, chai kwe, asam pedas, atau pengkang. Jadi niat dan tujuan presiden itu baik, yakni untuk bergeraknya ekonomi masyarakat," lanjut Daniel.


Lebih lanjut, Daniel mengatakan Lebaran Idul Fitri kali ini bersamaan dengan kenaikan Isa Almasih, yakni pada 13 Mei. 


Jadi, menurutnya, dorongan untuk membeli oleh-oleh bukan hanya kepada umat Islam.


"Dan kebetulan liburan mudik saat ini selain merayakan Idul Fitri juga bersamaan dengan merayakan kenaikan Isa Almasih, jadi dorongan presiden bukan ditujukan ke satu pihak tertentu tapi untuk semua pihak sesuai kebiasaan masing-masing secara relevan," tuturnya. [Democrazy/dtk]