Tanggapi Hasto Soal Koalisi, PKS: Kalau Memang Sudah Tutup Pintu, Ya Jangan Dipaksa! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Sabtu, 29 Mei 2021

Tanggapi Hasto Soal Koalisi, PKS: Kalau Memang Sudah Tutup Pintu, Ya Jangan Dipaksa!

Tanggapi Hasto Soal Koalisi, PKS: Kalau Memang Sudah Tutup Pintu, Ya Jangan Dipaksa!

Tanggapi-Hasto-Soal-Koalisi-PKS-Kalau-Memang-Sudah-Tutup-Pintu-Ya-Jangan-Dipaksa

DEMOCRAZY.ID - PKS merespons santai pernyataan Hasto Kristiyanto yang menyebut PDIP sangat sulit berkoalisi dengan PKS untuk Pilpres 2024. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai setiap partai memiliki hak dengan siapa berkoalisi.

"Pertama, hak semua partai memilih koalisi dengan partai yang sehaluan. Jadi pernyataan Mas Hasto sah-sah saja," kata Mardani kepada wartawan, Sabtu (29/5/2021).


Mardani menyebut pernyataan Hasto justru berimbas baik untuk PKS. 


Dengan begitu, menurut Mardani, kader PKS akan terpacu adrenalin untuk bekerja dengan baik.


"Kedua, buat PKS, pernyataan Mas Hasto malah bagus. Kader PKS akan terpacu adrenalinnya untuk memberikan yang terbaik. Dengan sikap #KamiOposisi yang kokoh, insyaallah PKS dapat menjadi partai alternatif," ujarnya.


Lebih lanjut Mardani berharap kontestasi di Pilpres 2024 tidak dalam pertarungan ideologis, melainkan kompetisi yang menonjolkan gagasan.


"Ketiga, kita nikmati kontestasi 2024 tidak dalam kerangka pertarungan ideologis, tapi kompetisi karya dan gagasan dengan ciri khas warna masing-masing," ucapnya.


Mardani mengatakan PKS bisa saja berkoalisi dengan partai mana pun. 


Namun, jika PDIP sudah menutup jalan, pihaknya tidak akan memaksa.


"Kalau sudah menutup pintu, jangan dipaksa," tuturnya.


Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan pihaknya sangat sulit berkoalisi dengan PKS dan Partai Demokrat (PD) dalam kontestasi Pilpres 2024. 


Hasto mengatakan ideologi PDIP dengan PKS dan PD berbeda.


"Ya koalisi bagi PDI Perjuangan kerja sama politik itu basisnya harus ideologi. PDI Perjuangan berbeda dengan PKS karena basis ideologinya berbeda, sehingga sangat sulit untuk melakukan koalisi dengan PKS. Itu saya tegaskan sejak awal," kata Hasto dalam diskusi Para Syndicate, Jumat (28/5/2021).


Begitu juga Partai Demokrat, yang menurut Hasto berbeda basis. 


Hasto menyebut Partai Demokrat merupakan partai elektoral tapi bertumpu pada kekuatan massa.


"Dengan Demokrat berbeda, basisnya berbeda. (Demokrat) partai elektoral, kami adalah partai ideologi tetapi juga bertumpu pada kekuatan massa. Sehingga kami tegaskan, dari DNA-nya, berbeda kami dengan Partai Demokrat," ujarnya.


Hasto mengungkap hal ini sejak awal supaya tidak ada lagi wacana yang mencuat terkait koalisi dengan PKS dan PD. 


Hasto menegaskan PDIP berbeda karakter dengan PKS dan PD.


"Ini tegas-tegas saja, supaya tidak ada juru nikah yang ingin mempertemukan hal tersebut. Karena beda karakternya, beda nature-nya," ujarnya. [Democrazy/dtk]