Takut Ditangkap, Oknum Ormas Minta Jatah THR Pilih Minta Maaf Duluan | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 04 Mei 2021

Takut Ditangkap, Oknum Ormas Minta Jatah THR Pilih Minta Maaf Duluan

Takut Ditangkap, Oknum Ormas Minta Jatah THR Pilih Minta Maaf Duluan

Takut-Ditangkap-Oknum-Ormas-Minta-Jatah-THR-Pilih-Minta-Maaf-Duluan

DEMOCRAZY.ID - Surat permintaan dana Tunjangan Hari Raya (THR) oleh oknum ormas tersebar luas di media sosial. 

Sasaran mereka adalah para pedagang atau pemilik tempat usaha di wilayah Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel). 


Polisi pun langsung melakukan penyelidikan. Sejumlah pemilik usaha didatangi petugas untuk dimintai keterangan. 


Hasilnya diketahui, bahwa para pelaku berasal dari kelompok Ormas Forum Betawi Rempug (FBR). 


Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin pun geram. Bahkan dia langsung memerintahkan Tim Khusus (Timsus) penanganan ormas bertindak. 


Iman meminta agar pedagang atau pemilik usaha yang telah menjadi korban segera melapor. 


"Saya kemarin sudah perintahkan Timsus untuk bergerak. Tidak boleh ada pemerasan. Masyarakat jangan takut untuk melapor," tegasnya di Mapolres Tangsel, Selasa (04/05/21).


Takut ditindak tegas, sejumlah anggota Ormas FBR yang menyebar surat permintaan THR itu pun langsung ciut. 


Di hadapan polisi, mereka meminta maaf dan membuat surat pernyataan tak akan mengulangi perbuatan tersebut.


"Jadi intinya menurut Kapolsek (Ciputat Timur) beberapa oknum Ormas itu membuat surat pernyataan dan berjanji tak mengulangi. Mereka sudah meminta maaf. Kita juga mengimbau kalau ada korban yang sudah diperas segera lapor, kita tindaklanjuti proses hukumnya," ucap Iman. 


Sementara itu, Kapolsek Ciputat Timur Kompol Jun Nurhaida Tampubolon menjelaskan, pihaknya telah memanggil anggota ormas tersebut. 


Mereka berjanji tak meresahkan para pelaku usaha dengan meminta dana THR.


"Mereka dari kelompok Ormas FBR," tutur Jun dikonfirmasi terpisah. 


Sebelumnya, salah satu pelaku usaha di kawasan Legoso, Ciputat Timur, berinisial YS (42) mengaku was-was lantaran diminta menyerahkan dana THR kepada oknum ormas paling lambat Kamis 6 Mei 2021.  


Amplop surat yang dibagikan oknum Ormas itu dicetak khusus dengan identitas, logo dan alamat sekretariat. 


Begitu pun dalam isi surat, di mana pada bagian kepala surat terlampir keterangan yang sama dan ditandatangani oleh Ketua dan Sekretarisnya. [Democrazy/okz]