Sukarelawan Jokowi: Pemerintah Sekarang Telah Gagal, Jokowi Tunjukkan Lemahnya Jadi Seorang Presiden! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 31 Mei 2021

Sukarelawan Jokowi: Pemerintah Sekarang Telah Gagal, Jokowi Tunjukkan Lemahnya Jadi Seorang Presiden!

Sukarelawan Jokowi: Pemerintah Sekarang Telah Gagal, Jokowi Tunjukkan Lemahnya Jadi Seorang Presiden!

Sukarelawan Jokowi: Pemerintah Sekarang Telah Gagal, Jokowi Tunjukkan Lemahnya Jadi Seorang Presiden!


DEMOCRAZY.ID - Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (BaraNusa) Adi Kurniawan menyoroti sikap Presiden Joko Widodo yang menunjukkan kekesalan pada Kabinet Indonesia Maju, terkait kecilnya serapan APBD dan APBN di kuartal I 20201. 


Adi menilai kekesalan presiden justru menunjukkan kegagalan pemerintah menyelamatkan negara dari akibat pandemi COVID-19.  


"Bukti bahwa pemerintah telah gagal menyelamatkan kondisi negara dari situasi pandemi covid-19," ujar Adi dalam keterangannya, Senin (31/5).


Menurut Adi, Jokowi percuma melontarkan kekesalannya di hadapan publik. 


Sebab, juga  menunjukkan kelemahannya sebagai presiden dalam memimpin pemerintahan. 


Baranusa merupakan salah satu kelompok sukarelawan yang mendukung Jokowi-Ma'ruf  Amin di Pemilihan Presiden 2019 lalu. 


Menurut Adi, pihaknya sudah berkali-kali mengingatkan Jokowi untuk segera merombak total kabinetnya demi pemulihan.


"Jokowi mungkin lebih senang mendengar masukan dari asal bapak senang yang sudah jelas hanya mengincar posisi jabatan. Bukan dari pendukung yang memang berada di bawah, di lapangan yang sudah jelas merasakan langsung bagaimana untung ruginya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah," katanya. 


Adi lebih lanjut menyayangkan kinerja pemerintah yang lambat dalam menggenjot pemulihan ekonomi nasional.


Padahal, beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Tiongkok, Singapura hingga Vietnam sudah mengalami pertumbuhan ekonomi.


Sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia masih minus sekitar 0,74 persen. 


Karena itu, Adi kembali menantang presiden untuk merombak total kabinetnya, terutama yang berkaitan dengan pemulihan perekonomian bangsa. 


"Khususnya Erick Thohir, Sri Mulyani, Sofyan Djalil dan Syahrul Yasin Limpo, karena telah membuat petani sengsara akibat harga pupuk yang melambung," pungkas Adi. [Democrazy/jpn]


[RALAT FOTO BERITA]:

Kami sampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada saudara Rustam Efendi Nainggolan atas pemuatan foto saudara sebagai sampul berita ini sebelumnya. Perlu diketahui bahwa saudara Rustam Efendi Nainggolan tidak ada kaitan sama sekali dengan pernyataan yang termuat dalam artikel berita ini. 


Kekeliruan ini sudah kami koreksi. Permintaan maaf secara pribadi juga telah kami sampaikan kepada Saudara Rustam Efendi Nainggolan. Terima kasih. Democrazy News.