Soal Drama-Drama Capres 2024, Najwa Shihab: Gak Usah Baper, Kecuali Kamu Memang Buzzer! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Rabu, 26 Mei 2021

Soal Drama-Drama Capres 2024, Najwa Shihab: Gak Usah Baper, Kecuali Kamu Memang Buzzer!

Soal Drama-Drama Capres 2024, Najwa Shihab: Gak Usah Baper, Kecuali Kamu Memang Buzzer!

Soal-Drama-Drama-Capres-2024-Najwa-Shihab-Gak-Usah-Baper-Kecuali-Kamu-Memang-Buzzer

DEMOCRAZY.ID - Jurnalis dan pembawa acara, Najwa Shibab mengingatkan masyarakat untuk mempertimbangkan dengan perlahan soal siapa Calon Presiden (Capres) yang akan dipilih di 2024 nanti.

Pernyataannya itu dapat dilihat dalam video berjudul ‘Jadi, Kamu Tim Ganjar atau Tim Puan?’ yang tayang di kanal YouTube Najwa Shihab pada Rabu, 26 Mei 2021.


Awalnya, Najwa mengatakan bahwa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 memang masih lama, namun drama-dramanya sudah dapat dilihat sejak sekarang.


“Coblos-coblosan dan selfie jari ungunya memang masih tiga tahun lagi, tapi drama-dramanya sudah dimulai dari sekarang,” katanya.


Najwa lalu menyinggung bahwa seluruh proses ‘Copras Capres’ ini akan lebih banyak diwarnai akrobat dan intrik elit, baik antarpartai maupun internal partai.


“Salah satu suguhan pembukanya baru saja kita icip-icip. Puan Maharani versus Ganjar Pranowo di PDI Perjuangan,” katanya.


Host Mata Najwa itu lalu mengomentari soal pernyataan Puan Maharani bahwa pemimpin harus lebih sering di lapangan dibanding di media sosial.


Najwa mengaitkan bahwa di saat yang berdekatan dengan pernyataan itu, Tim Puan justru menyebar ajakan untuk bergabung di komunitas ‘Halo Puan’, lengkap dengan ajakan mengikuti seluruh akun medsos Puan.


Menurut Najwa, hal itu sebenarnya wajar saja sebab eksis media sosial memang salah satu kebutuhan politisi yang juga akan bermanfaat bagi pemilih.


Najwa bahkan mengajak untuk ramai-ramai memanfaatkan kanal-kanal media sosial untuk mengawasi para politisi.


“Nanti toh kita juga bisa membandingkan mana citra yang memang mendekati rekam jejak dan mana yang hanya polesan,” ujarnya.


Lebih lanjut, Najwa mengatakan bahwa masih ada kemungkinan yang lapang bagi mereka yang berminat dan punya modal untuk maju di Pilpres nanti.


Demikian pula dengan para pemilih, masih memiliki waktu untuk menilai para calon hingga nanti dapat mengerucutkan pada satu pilihan.


“Tapi pelan-pelan saja, amati secara seksama, jangan andalkan kerasnya kepala. Jangan baper, kecuali kamu memang buzzer,” tandas Najwa. [Democrazy/trk]