Skenario Pilpres 2024 Versi Indo Barometer, Antara 3 Tokoh Ini | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Sabtu, 08 Mei 2021

Skenario Pilpres 2024 Versi Indo Barometer, Antara 3 Tokoh Ini

Skenario Pilpres 2024 Versi Indo Barometer, Antara 3 Tokoh Ini

Skenario-Pilpres-2024-Versi-Indo-Barometer-Antara-3-Tokoh-Ini

DEMOCRAZY.ID - Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari membuat tiga skenario yang akan terjadi di Pilpres 2024 mendatang. 

Skenario tersebut mengacu pada beberapa hasil survei terkait elektabilitas tokoh dan partai politik.


Skenario pertama, Qobari menyebut Joko Widodo akan ditemani Prabowo Subianto sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden. 


Hal itu mengacu pada hasil survei elektabilitas Litbang Kompas 13-17 April 2021.


Dalam survei tersebut, elektabilitas Jokowi berada di urutan pertama dengan hasil 24,0 persen. 


Sedangkan Prabowo berada di urutan kedua dengan hasil 16,4 persen. 


Namun, skenario ini masih terganjal dengan amandemen batas jabatan presiden.


"Tentu ini akan terjadi jika amandemen masa jabatan bisa tiga periode, kalau ini terjadi akan melawan kotak kosong," ucapnya Qodari dalam diskusi daring Capres 2024: Saling Intip Partai Politik, Sabtu (8/5).


Skenario kedua, kata Qodari, Prabowo akan dihadapkan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 


Prabowo menjadi kandidat capres kuat di 2024. Sebab menurut Qodari, suara partai politik yang mengusungnya cukup kuat.


"Saya lihat peluang ini besar karena Prabowo tambah satu partai menengah saja sudah pasti jadi. Ditambah PKS kursinya sudah 128," ucap dia.


Sementara itu, Qodari juga menjelaskan Anies bisa menjadi capres melawan Prabowo karena popularitas Anies cenderung stabil. 


Jabatannya sekarang sebagai Gubernur DKI Jakarta membuat media konsisten memberitakan dirinya.


Meski begitu, Qodari juga menyebut parpol yang akan mengusung Anies harus berhati-hati. 


Sebab, dari beberapa hasil survei, nama Anies tak pernah menempati urutan pertama dalam hasil survei elektabilitas.


Ia lantas membandingkan ketika Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. 


Sebab, saat itu nama Jokowi langsung melejit dan diusung sebagai capres padahal periode jabatannya belum habis.


"Hati-hati saja mencalonkan dengan pak Anies dengan segala hormat. Apa betul bakal menang? Apa betul bakal seperti pak Jokowi?"


Skenario ketiga, menurut Qodari adalah Prabowo melawan Anies dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 


Namun, Qodari mengatakan Ganjar juga mempunyai hambatan jika maju menjadi capres 2024 nanti.


"Ganjar ini menghadapi tantangan karena naiknya nama Ganjar ketika ada Covid dengan proses vaksinasi berjalan, maka publikasi kepada ganjar akan turun," ucap dia. [Democrazy/cn]