Singgung Peran Aktivis Usai Masuk Istana, Rocky Gerung: Bukannya Beternak Demokrasi, Malah Diternak oleh Oligarki! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 18 Mei 2021

Singgung Peran Aktivis Usai Masuk Istana, Rocky Gerung: Bukannya Beternak Demokrasi, Malah Diternak oleh Oligarki!

Singgung Peran Aktivis Usai Masuk Istana, Rocky Gerung: Bukannya Beternak Demokrasi, Malah Diternak oleh Oligarki!

Singgung-Peran-Aktivis-Usai-Masuk-Istana-Rocky-Gerung-Bukannya-Beternak-Demokrasi-Malah-Diternak-oleh-Oligarki

DEMOCRAZY.ID - Tidak sedikit dari kelompok aktivis yang kini merapatkan barisan dalam lingkaran istana. 

Tujuan awal mereka masuk baik, namun usai berada dalam lingkaran orientasinya berubah.


Pengamat politik yang juga ahli filsafat, Rocky Gerung menekankan bahwa sudah banyak kelompok aktivis yang masuk dalam lingkaran Istana. 


Mulai dari aktivis LIPI, LBH, Komnas HAM, dan aktivis lainnya.


Menurutnya, saat itu memang ada sebuah kesepakatan bersama dari kelompok aktivis secara tersirat agar masuk menjadi bagian pemerintah. 


Tujuannya untuk mengubah kultur di Istana agar lebih demokratis.


“Bukannya dia beternak demokrasi, dia malah diternak oleh oligarki. Jadi mereka yang justru diternak oligarki kan?” tuturnya dalam akun YouTube Ahmad Yani Channel, yang dilihat redaksi pada Selasa (18/5).


Seharusnya, sambung Rocky, para aktivis yang pernah belajar dan terlibat dalam advokasi masyarakat bisa membawa pesan itu langsung ke presiden. 


Namun yang terjadi, mereka justru pucat saat berhadapan dengan jenderal-jenderal yang ada di sekeliling presiden.


Di mata Rocky, tidak sedikit aktivis di Istana yang kini mengalami disorientasi. 


Tujuan mereka saat ini sebatas untuk memperlihatkan pin yang disandang kepada masyarakat. 


Hal itu juga menjadi indikasi bahwa mereka sebenarnya tidak memiliki kepercayaan diri yang kuat.


“Kalau percaya diri, seharusnya dia kasih tahu bahwa ‘saya habis bertengkar sama presiden, karena saya jurubicara sekaligus mantan aktivis, jadi saya tahu ide demokrasi,” tutupnya. [Democrazy/rmol]