Sidang Hoax Tes Swab, Habib Rizieq Pakai Analogi "Ayah-Anak" | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Rabu, 05 Mei 2021

Sidang Hoax Tes Swab, Habib Rizieq Pakai Analogi "Ayah-Anak"

Sidang Hoax Tes Swab, Habib Rizieq Pakai Analogi "Ayah-Anak"

Sidang-Hoax-Tes-Swab-Habib-Rizieq-Pakai-Analogi-Ayah-Anak

DEMOCRAZY.ID - Habib Rizieq Shihab (HRS) kembali membawa-bawa soal analogi dalam perkaranya mengenai dugaan penyebaran hoax tes swab berujung keonaran. 

Bagaimana argumen Habib Rizieq?


Perihal itu terjadi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) saat seorang sosiolog hukum Trubus Rahadiansyah diminta pendapatnya. 


Habib Rizieq lantas mengilustrasikan seorang anak yang gelisah menerima kabar tentang ayahnya yang diberitakan positif COVID-19 dan sekarat.


"Anak menanyakan ke ayahnya waktu belum pemeriksaan sebelum ketemu dokter, 'Ayah, bagaimana kondisinya?' (Dijawab) 'Alhamdulillah sehat-sehat saja'," ucap Habib Rizieq dalam sidang di PN Jaktim, Rabu (5/5/2021).


Namun, lanjut Habib Rizieq, si anak resah melihat kabar di media sosial menyebutkan kondisi kesehatan ayahnya sebenarnya parah. 


Singkat cerita, si ayah dirawat dan dites COVID-19.


"Kemudian pada saat si ayah ditawarkan PCR, si anak ikut, ayah belum ketahuan kena COVID, pas dirawat di rumah sakit kondisi si ayah makin bagus, tapi si anak ini melihat berita resah betul karena berita hoax ini luar biasa, kemudian si anak mengambil inisiatif karena banyak yang nelepon, ditelepon berbagai pihak apa betul ayah mati, apa betul ayah sekarat, apa betul ayah kritis?" ujar Rizieq.


"Kemudian si anak mengambil inisiatif membuat satu rekaman mengatakan alhamdulillah ayah saya baik-baik saja. Saat itu belum ada hasil PCR, dokter belum menyatakan ada COVID. Kan baru proses pemeriksaan," tambahnya.


Rizieq juga menyebut si anak memiliki motif saat membuat rekaman itu. 


Si anak itu, sebutnya, hendak meredam fitnah yang menyebut ayahnya dalam kritis.


"Motif si anak membuat rekaman tadi untuk men-counter hoax, dia ingin mengatakan yang betul, bukan berita bohong, ini bohong ayah saya kritis, dia ingin meredam banyak pertanyaan kerabat, apa betul ayah meninggal. Dia inisiatif dengan tujuan untuk meredam fitnah, untuk menenangkan kerabat sahabat yang menelpon, bahwa ayah dalam kondisi baik. Rekaman dikirimkan ke handai taulan," jelasnya.


Rizieq kemudian menanyakan apakah inisiatif yang dilakukan si anak dalam ilustrasinya termasuk menyebar hoax. 


Ahli pun menjawab pernyataan itu secara singkat.


"Pertanyaan saya, itu anak belum tahu dan dia juga kalau belum ada hasil, setelah hasil keluar bapak terkena COVID baru tahu, baru dia cerita. Apakah si anak termotivasi meredam hoax dengan tujuan menciptakan ketenangan bukan keonaran dan menyampaikan apa adanya yang dia lihat dan sesuai jawaban ayah, ayah baik-baik saja, apakah yang dilakukan sa anak dalam rekaman mengatakan ayah baik-baik saja termasuk kebohongan?" tanya Rizieq.


"Bukan," jawab Trubus singkat.


Minta Hakim Abaikan BAP Ahli


Habib Rizieq Shihab (HRS) meminta majelis hakim mengabaikan beberapa keterangan saksi ahli Trubus Rahadiansyah dalam BAP. 


Dia menilai ada keterangan ahli yang memberikan pendapat terkait fakta.


"Yang saya minta bukan sekadar dicatat tapi diabaikan itu jawaban-jawaban nomor 13-14 dalam BAP karena semua jawabannya menyangkut fakta," ujar Rizieq.


Dalam BAP nomor 13 dan 14 ahli, Rizieq menyebutkan bahwa Trubus telah memberi pendapat terkait konfirmasi positif COVID-19 dirinya dan menyebut dirinya menyampaikan berita bohong. 


Dia juga menyebut penyidik telah menggiring keterangan ahli.


"Setelah ditunjukkan rekam medis saya dan istri saya, saksi ahli memastikan kalau saya sebagai pasien terkonfirmasi penyakit COVID dan diabetes. Ini jawaban terkait fakta dan kami menolak," kata Rizieq.


"Kemudian BAP nomor 14 halaman 36, jelas sekali bahwa saksi ahli mengatakan bahwa yang dijelaskan dr Andi Tatat, Hanif Alatas, dan Muhammad Rizieq adalah keterangan bohong. Ini juga penilaian terhadap fakta. Jadi saya minta apa-apa yang terkait fakta dalam BAP ini tolong diabaikan. Kalau keilmuannya saya tidak meragukan. Artinya bahwa penyidik ini menggiring dan mengarahkan saksi ahli," tambahnya. [Democrazy/dtk]