Sering Hadapi Kritik dengan Arogan, Pengamat Politik: Ngabalin Gerus Wibawa Jokowi! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Sabtu, 15 Mei 2021

Sering Hadapi Kritik dengan Arogan, Pengamat Politik: Ngabalin Gerus Wibawa Jokowi!

Sering Hadapi Kritik dengan Arogan, Pengamat Politik: Ngabalin Gerus Wibawa Jokowi!

Sering-Hadapi-Kritik-dengan-Arogan-Pengamat-Politik-Ngabalin-Gerus-Wibawa-Jokowi

DEMOCRAZY.ID - Ucapan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin yang menyebut Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas berotak sungsang dinilai menggerus wibawa Presiden Joko Widodo. 

Sebab, Ngabalin merupakan pejabat lingkaran Istana Kepresidenan.


Maka itu, tindakan Ngabalin yang membalas kritikan Busyro dengan menyebut Ketua PP Muhammadiyah itu berotak sungsang terus menuai kritik. 


"Saya kira secara etik seorang pejabat lingkaran Istana tak boleh kemudian emosional, apalagi arogan menghadapi kritik dengan menyebut seorang tokoh berotak sungsang," ujar Pengamat Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam, Sabtu (15/5/2021).


Menurut Arif, Presiden Jokowi perlu menertibkan dan memperingatkan Ngabalin tersebut. 


"Karena jika tidak, justru menggerus wibawa Presiden. Komunikasi yang dialogis dan menjunjung adab tentu lebih elegan dan menjaga marwah Istana," tegasnya.


Sekadar diketahui sebelumnya, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Muqqodas mengkritik penonaktifan 75 orang pegawai KPK yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN). 


Busyro menyebut riwayat KPK tamat di tangan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Kemudian, kritikan Busyro tersebut dibalas oleh Ngabalin. 


Melalui akun Instagramnya, Ngabalin menyebut Busyro Muqoddas berotak sungsang sambil melampirkan tangkapan layar berita online berjudul "Ketua Muhammadiyah: KPK Tamat di Tangan Presiden Jokowi." [Democrazy/sdn]