Senasib dengan Novel Baswedan, Penyidik KPK yang Dulu Berhasil Tangkap Setnov Juga Ikut Dipecat | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 04 Mei 2021

Senasib dengan Novel Baswedan, Penyidik KPK yang Dulu Berhasil Tangkap Setnov Juga Ikut Dipecat

Senasib dengan Novel Baswedan, Penyidik KPK yang Dulu Berhasil Tangkap Setnov Juga Ikut Dipecat

Senasib-dengan-Novel-Baswedan-Penyidik-KPK-yang-Dulu-Berhasil-Tangkap-Setnov-Juga-Ikut-Dipecat

DEMOCRAZY.ID - Beredar isu, puluhan pegawai KPK terancam dipecat lantaran tak lulus seleksi dan kualifkasi sebagai ASN. Tapi bukan hanya Novel Baswedan.

Ada sejumlah ‘nama besar’ lain yang juga dikabarkan bakal senasib dengan Novel.


Di antaranya, Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo Harahap hingga penyidik senior Ambarita Damanik.


Ambarita Damanik dikenal sebagai sosok yang berintegritas. Ambarita masuk kepolisian sejak 1983.


Ambarita merupakan salah satu penyidik senior KPK yang saat ini dihormati dan disegani pegawai KPK.


Selama kiprahnya di kepolisian, sudah banyak posisi dijabat terutama di bidang reserse.


Mulai dari polres Depok hingga Polda Metro Jaya.


Prestasinya membuatnya terpilih menjadi perwira di satgas antibom (ATB) cikal bakal Densus 88 saat ini.


Ambarita Damanik bahkan pernah menjadi anggota kontingen Garuda di Kamboja dalam upaya mendamaikan konflik di tempat tersebut.


Damanik mulai bertugas di KPK sejak 2005 dan memutuskan pensiun dini dari Polri pada 2012 dengan pangkat terakhir AKBP.


Sebagai Kasatgas II KPK, Ambarita sudah banyak mengungkap kasus-kasus korup si.


Mulai dari Bank Century, perkara korupsi e-KTP, penangkapan Setya Novanto, kasus suap Sekretaris MA Nurhadi, dan beberapa kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) KPK.


Terbaru, sebagai kasatgas khusus pencarian DPO, berhasil menangkap Samin Tan yang sudah satu tahun buron.


Dengan kiprahnya yang luar biasa, menjadi tanda tanya besar mengapa kasatgas DPO yang sukses pun akan diberhentikan hanya gara gara alasan tes kebangsaan yang hanya dua hari, dibanding 16 tahun jasanya di KPK.


Padahal masih banyak buron KPK seperti Harun Masiku yang butuh dikejar. [Democrazy/pjs]