Sejumlah Aktivis Antikorupsi Kena Serangan Peretasan, LBH Jakarta: Bukti Ketakutan Para Koruptor! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Kamis, 20 Mei 2021

Sejumlah Aktivis Antikorupsi Kena Serangan Peretasan, LBH Jakarta: Bukti Ketakutan Para Koruptor!

Sejumlah Aktivis Antikorupsi Kena Serangan Peretasan, LBH Jakarta: Bukti Ketakutan Para Koruptor!

Sejumlah-Aktivis-Antikorupsi-Kena-Serangan-Peretasan-LBH-Jakarta-Bukti-Ketakutan-Para-Koruptor

DEMOCRAZY.ID - Kepala Advokasi dan pengacara Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Jakarta Nelson Nikodemus Simamora menyinggung aksi peretasan terhadap sejumlah aktivis anti korupsi. 

Dia menganggap, peretasan dilakukan oleh pihak-pihak yang takut korupsinya terbongkar.


Nelson menegaskan, peretasan ini adalah bentuk teror kepada pihak-pihak yang menolak pelemahan KPK. 


Mereka sekarang ibarat berada di pinggir jurang setelah revisi UU KPK, seleksi calon pimpinan dan penyingkiran pegawai-pegawai berintegritas dengan kedok Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). 


"Peretasan ini juga merupakan bagian dari rangkaian pelemahan sistematis terhadap KPK," kata Nelson, Rabu (19/5).


Nelson menyampaikan segala teror terhadap aktivis anti korupsi wajar jika menimbulkan rasa takut. 


Namun menurutnya, mereka yang melakukan teror justru lebih takut kasus korupsinya terbongkar.


"Kita sebagai pihak korban melihatnya mungkin takut, tapi sebetulnya yang takut adalah pelaku peretasan dan pihak-pihak di belakangnya, siapapun itu," ujar Nelson.


Nelson menilai aksi peretasan terhadap aktivis anti korupsi dilakukan agar pelaku korupsi menjauh dari jeratan hukum. 


Dia menduga, para pelaku juga ingin membungkam suara lantang antikorupsi.


"Mereka takut kelompoknya akan ditangkap oleh KPK, jadi melakukan pelemahan. Karena pelemahan ini mendapatkan resistensi dari masyarakat luas, maka orang-orang yang vokal diteror melalui peretasan," pungkas Nelson.


Sebelumnya, upaya peretasan dialami oleh anggota ICW hingga para mantan pimpinan KPK yang jadi pembicara dalam konferensi pers yang menyikapi upaya pemberhentian 75 pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).


Pembicara yang hadir dalam ruangan zoom yakni enam mantan pimpinan KPK yakni Busyro Muqoddas, Adnan Pandu Praja, Saut Situmorang, Moch Jasin, Bambang Widjijanto dan Agus Rahardjo. 


Sementara itu peneliti ICW yang hadir yakni Nisa Zonzoa, Kurnia Ramadhana, dan Tamima. [Democrazy/rep]