Sebut Indonesia Tak Perlu Urusi Israel-Palestina, Sastrawan Politik: Hendropriyono Mending Beresin Kasus Munir & Talangsari! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Rabu, 19 Mei 2021

Sebut Indonesia Tak Perlu Urusi Israel-Palestina, Sastrawan Politik: Hendropriyono Mending Beresin Kasus Munir & Talangsari!

Sebut Indonesia Tak Perlu Urusi Israel-Palestina, Sastrawan Politik: Hendropriyono Mending Beresin Kasus Munir & Talangsari!

Sebut-Indonesia-Tak-Perlu-Urusi-Israel-Palestina-Sastrawan-Politik-Hendropriyono-Mending-Beresin-Kasus-Munir-dan-Talangsari

DEMOCRAZY.ID - AM Hendropriyono lebih baik fokus mencari pembunuh Munir dan dalang pembantaian Talangsari daripada menuding Israel-Palestina bukan persoalan Bangsa Indonesia.

“Saya sarankan ketimbang Hendropriyono nyinyir kepada umat Islam yang membela Palestina lebi baik membantu presiden Jokowi untuk mengungkap siapa dalang di balik tewasnya Munir,” kata Sastawan Politik Ahmad Khozinudin, Selasa (18/5/2021).


Ahmad Khozinudin menyarankan Hendropriyono fokus mencari siapa dalang pembantai di Talangsari, itu benar-benar bertentangan dengan Pancasila. 


“Kalau Hendropriyono membela Pancasila, Hendropriyono harus mencari dan menemukan dalang di balik tragedi Talangsari,” jelasnya.


Sebelumnya, Hendropriyono menyatakan persoalan Palestina dan Israel bukan urusan kita (Indonesia), melainkan urusan mereka, bangsa Arab dan Yahudi.


“Urusan Indonesia adalah nasib kita dan hari depan anak cucu kita,” kata AM Hendropriyono di Jakarta, Selasa (18/05/2021).


Ia menyampaikan keprihatinannya yang disampaikan kepada teman-temannya sesama anggota Kerukunan Keluarga (KEKAL) Akmil 1967.


“Untuk nasib bangsa kita, saya mohon KEKAL Akmil 1967 tidak diam saja, tapi mikir, ngomong dan berbuat sebisanya. Negara kita sedang diserang oleh pemikiran ideologi khilafah,” kata Hendropriyono.


Menurut Hendropriyono, banyak orang sudah terbawa arus pengkhianatan mendukung ideologi khilafah, liberalisme, kapitalisme, komunisme, atau ideologi asing apapun. 


Ada juga oknum aparat militer dan polisi, apalagi ASN (aparat sipil negara), juga politisi.


“Kalau ada yang melecehkan saya karena saya membela filsafat dasar bangsa kita, Pancasila, tolong merapatkan barisan dengan saya untuk membela diri, bangsa kita sendiri. Ironis sekali orang yang mengritik saya membela Pancasila, demi membela negeri sendiri, tapi dia menggebu-gebu membela Palestina,” ujar Hendropriyono. [Democrazy/suaranas]