Rocky Gerung Ungkap Alasan Betah Menjomblo di Usia 62 Tahun | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Rabu, 12 Mei 2021

Rocky Gerung Ungkap Alasan Betah Menjomblo di Usia 62 Tahun

Rocky Gerung Ungkap Alasan Betah Menjomblo di Usia 62 Tahun

Rocky-Gerung-Ungkap-Alasan-Betah-Menjomblo-di-Usia-62-Tahun

DEMOCRAZY.ID - Berbicara tentang Rocky Gerung, tak menampik jikalau banyak yang bertanya-tanya dan penasaran mengapa ia tak kunjung menikah di usianya yang kini bahkan telah menginjak 62 tahun.

Tak hanya netizen, rupanya pakar Hukum dan Tata Negara Refly Harun turut penasaran dan mempertanyakan soal alasan mengapa pengamat politik sekaligus dosen tersebut memilih menjomlo.


"Saya yakin dengan posisi sekarang banyak itu wanita yang mengejar Bung Rocky," buka Refly dalam tayangan di kanal YouTube pribadinya yang diunggah sekitar setahun silam (saat itu Rocky masih 61 tahun), pada Rabu, 12 Mei 2021.


"Pertanyannya, kenapa sampai sekarang Bung Rocky tidak kawin?" sambungnya bertanya. 


Pertanyaan itu pun spontan disambut gelak tawa oleh Rocky Gerung yang mendengarnya.


Sambil meredakan tawa, ia mengatakan harus menyiapkan APD jikalau menjawab pertanyaan dari Refly Harun.


Adapun APD yang dimaksud Rocky di sini adalah 'Alat Perlindungan Dungu'. 


"Karena yang menjawab adalah seorang ahli konstitusi, maka saya menjawab dengan konstitusional, ya," tutur Rocky. 


Ia mengatakan bahwa di dalam hukum, perkawinan itu merupakan hak.


Rocky pun lantas menyamakannya dengan agama yang merupakan hak setiap orang atau hak ketika memilih kepala negara. 


"Jadi, kalau saya jomblo, itu artinya saya belum memakai hak yang disediakan konstitusi. Sama seperti saya golput, artinya saya menggunakan hak untuk tidak memilih," jawabnya dan kembali tertawa.


"Kalau yang tanya misalnya, presenter infotainment, saya jawabnya lain. Kenapa Rocky Gerung belum menikah? Saya jawab, silakan Anda tanya pada bekas pacar saya kenapa saya tidak menikah." Lagi-lagi ia tertawa. 


Rocky pun menyindir kebudayaan di Indonesia yang mengharuskan semua orang untuk memiliki pasangan.


Pun Rocky Gerung membandingkan dengan negara dengan kebudayaan yang lebih radikal.


"Ada culture yang lebih radikal yang disebut nesting partner atau teman bersarang, tapi itu perkembangan dari relasi antarmanusia, terutama seksual, yang dasarnya adalah komitmen."


Menurut Rocky, ada orang yang menganggap komitmen itu adalah nesting partner alias kumpul kebo.


Namun, dalam ikatan itu, kata Rocky, ada kesetaraan. Relasi tersebutlah yang kadang dinilai lebih baik dari perkawinan.


"Jika ada yang menilai nesting partner lebih baik dari perkawinan, orang akan lebih memilih bentuk ikatan seperti itu karena ada kesetaraan," paparnya.


"Kalau misalnya perkawinan kadang kala kita tahu problem sejarahnya adalah upaya untuk melegalkan persetubuhan. Kenapa mesti dilegalkan? Karena ada konsekuensi warisan, supaya menyelamatkan properti maka perkawinan itu dilegalkan."


Jadi, menurut Rocky Gerung, ada dua kegiatan di dalam sebuah ikatan pernikahan.


"Yakni kegiatan yang sifatnya kapitalistik dan kegiatan yang sifatnya rekreatif," terang Rocky yang kemudian disambut tawa oleh Refly Harun. [Democrazy/trk]