Rocky Gerung : Dari Awal Jokowi Sudah "Puasa Berpikir", Pemecatan KPK Dilakukan untuk Pemutihan! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Sabtu, 08 Mei 2021

Rocky Gerung : Dari Awal Jokowi Sudah "Puasa Berpikir", Pemecatan KPK Dilakukan untuk Pemutihan!

Rocky Gerung : Dari Awal Jokowi Sudah "Puasa Berpikir", Pemecatan KPK Dilakukan untuk Pemutihan!

Rocky-Gerung-Dari-Awal-Jokowi-Sudah-Puasa-Berpikir-Pemecatan-KPK-Dilakukan-untuk-Pemutihan

DEMOCRAZY.ID - Menanggapi kondisi Indonesia saat ini, Rocky Gerung selaku pengamat politik melalui Youtube Rocky Gerung Official mengutarakan beberapa pendapat serta pandangannya.

Menurut Rocky, bangsa Indonesia tidak dituntun oleh cahaya pikiran.


“Karena penguasa itu, dia justru membatalkan akal pikiran tuh, kan yang musti dibatalin puasa pada saatnya kalau pemimpin kita (Jokowi) itu dari awal dia udah puasa berpikir, jadi bangsa ini tidak dituntun oleh cahaya pikiran tuh,” ujar Rocky.


Lalu saat bersamaan adanya pertemuan PDIP dengan partai politik pendukung pemerintah dan hal ini kata Rocky terbagi menjadi dua sisi.


“Jadi di satu pihak ada konsolidasi batin yang terhalang oleh COVID tapi ada ambisi untuk konsolidasi politik, jadi kita lihat bangsa ini tidak bikin perenungan tentang problem mendasar kita tuh,” katanya.


Di sisi lain, investor luar negeri juga, Rocky menilai tidak lahi menikmati kualitas berbisnis di Indonesia.


“Sementara investor luar negeri selalu melihat bahwa, gak ada lagi celah untuk menikmati equality di dalam berbisnis di Indonesia, karena bisnis semua dikendalikan oleh BUMN yang juga bangkrut semua tuh kan. Jadi terlihat bahwa ini berantakan betul bangsa ini,” tandasnya.


Karena hal ini, Rocky menyatakan kondisi ekonomi serta batin rakyat semakin memburuk.


“Kepercayaan internasional hilang sama sekali karena dianggap masuk Indonesia itu artinya mau diperas sama BUMN.


Jadi kesehatan ekonomi memburuk, kesehatan batin juga jadi kotor batin kita karena terus menerus menyaksikan ketidakadilan dan lembaga yang paling dibuat tidak adil itu KPK,” jelas pengamat satu ini.


Rocky juga menyatakan KPK saat ini sedang dikubur dan kekuasaan bergembira akan hal ini.


“Bahwa KPK runtuh, mau dikubur dan orang ingin lihat sebetulnya KPK bangkit tapi gak bisa karena semua orang ingin mengubur KPK dan kekuasaan tentu bergembira kalau keadilan dikuburkan,” terang Rocky.


Kemudian kabar ini tentu berkaitan dengan pemecatan pegawai kredibel KPK yang akan diberhentikan per tanggal 1 Juni 2021 mendatang.


Bahkan kabar menyebut penyidik KPK di kasus Bansos juga akan diincar lewat TWK.


Menurut Rocky 75 pegawai yang akan dipecat adalah penyidik yang terlatih.


“Jadi agak ajaib bahwa negara memusuhi penyidik negara kan ini bagaimana coba. Kan penyidik 75 orang itu kan orang yang betul-betul terlatih (dan) tau di mana koruptor bersembunyi. Jadi ini penyidik yang informasinya lengkap dan itu yang mau disingkirkan,” terangnya.


Rocky menyimpulkan bahwa penyingkiran ini adalah untuk pemutihan kasus korupsi besar.


“Jadi disimpulkan bahwa penyingkiran penyidik KPK adalah untuk pemutihan kasus-kasus besar yang berdimensi politik. Kan itu intinya kan,” imbuhnya. [Democrazy/glm]