Refly Harun Sebut Jokowi Secara Objektif Berhasil Jadi Presiden, Tapi... | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Sabtu, 22 Mei 2021

Refly Harun Sebut Jokowi Secara Objektif Berhasil Jadi Presiden, Tapi...

Refly Harun Sebut Jokowi Secara Objektif Berhasil Jadi Presiden, Tapi...

Refly-Harun-Sebut-Jokowi-Secara-Objektif-Berhasil-Jadi-Presiden-Tapi

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik dan ahli filsafat, Rocky Gerung merasa ragu jika pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa bertahan sampai Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Beberapa indikator keraguannya antara lain, utang negara yang hampir menyentuh 10 ribu triliun, pembelahan sosial, korupsi makin parah, hingga tax ratio yang semakin buruk.


Lebih lanjut, Rocky juga khawatir dengan presiden Indonesia nantinya. 


Hal ini disebabkan beban sangat berat harus ia tanggung dampak dari kepemimpinan Jokowi selama dua periode.


Ahli Hukum Tata Negara, Refly Harun pun turut menanggapi hal ini. Refly mengatakan, ini baru prediksi dan belum tentu benar.


Namun hal yang harus diperhatikan adalah indikator yang disampaikan oleh Rocky.


"Ini adalah pendapat, prediksi yang belum tentu benar. Tetapi yang jadi masalah adalah indikator yang disampaikan Rocky Gerung itu adalah sebuah indikator yang menjadi PR pemerintah saat ini," ucap Refly.


Menurut Refly indikator itu membuat beban pagi pemerintahan Jokowi.


"Jadi itu indikator yang bukan membanggakan tentunya tapi mengkhawatirkan. Ada juga tax ratio yang terus menurun dan permasalahan lain yang memang membuat beban bagi pemerintahan Presiden Jokowi," kata dia.


Refly lalu memberikan contoh nyata, yakni beban finansial pembangunan infrastruktur.


"Sebagai contoh, hal yang paling nyata adalah, ya beban finansial pembangunan infrastruktur termasuk ibu kota baru yang dipaksakan untuk diselesaikan," pungkasnya.


Jika bicara secara objektif, kata Refly, Jokowi berhasil menjadi presiden.


"Kita bicara secara objektif, apakah Jokowi cukup berhasil dalam menjadi presiden selama katakanlah satu periode completed dan periode kedua sudah dijalani selama satu setengah tahun. Kalau dianggap berhasil, ya kita katakan berhasil," sambungnya.


Namun banyak sekali suara yang pesimis dan indikator yang disebutkan tidak menunjukkan keberhasilan Jokowi dalam bidang sosial, politik, dan ekonomi.


"Tetapi banyak sekali suara-suara yang pesimistis mengatakan bahwa justru indikator yang ada tidak menunjukkan keberhasilan baik dalam bidang sosial, politik, maupun ekonomi," imbuh Refly.


Lebih lanjut Refly memaparkan kegagalan di setiap bidang, yakni ekonomi, politik, dan sosial.


"Dalam bidang ekonomi, ekonomi kita sedang hancur-hancurnya, dalam bidang politik, terjadi penurunan indeks demokrasi dan juga kita juga menurun dalam hal kebabasan sipil dan politik," ujarnya.


"Dalam bidang sosial seperti dikatakan Rocky, terjadi pembelahan sosial di masyarakat. Sebagian pembelahan sosial di masyarakat itu karena ya ulah pemerintah juga yang memelihara buzzer-buzzer, dimana tugasnya adalah menghantam orang yang bersikap kritis terhadap pemerintah," tambahnya. [Democrazy/gmd]