Ratusan PNS DKI Ogah Naik Jabatan Gegara TGUPP? Begini Penjelasan Wagub DKI | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Rabu, 19 Mei 2021

Ratusan PNS DKI Ogah Naik Jabatan Gegara TGUPP? Begini Penjelasan Wagub DKI

Ratusan PNS DKI Ogah Naik Jabatan Gegara TGUPP? Begini Penjelasan Wagub DKI

Ratusan-PNS-DKI-Ogah-Naik-Jabatan-Gegara-TGUPP-Begini-Penjelasan-Wagub-DKI

DEMOCRAZY.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membantah keberadaan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) menjadi alasan ratusan PNS di DKI Jakarta enggan mengikuti lelang jabatan eselon II. 

"Saya kira tidak seperti itu," kata Riza dalam keterangan suara, Selasa (18/5/2021). 


Riza mengatakan, TGUPP bersama satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan PNS lainnya bekerja bersama membangun Jakarta.


"Jadi tidak ada dikotomi (pertentangan) antara TGUPP dengan ASN, semua bekerja sama untuk kepentingan masyarakat Jakarta," kata Riza.


Riza mengatakan, tidak ada alasan pasti 239 PNS di Jakarta ogah naik jabatan karena mungkin memiliki alasan secara individu. 


Dia mencontohkan, beberapa PNS enggan mengikuti seleksi jabatan eselon II karena dalam keadaan kurang sehat. 


"Tidak ikut umpamanya tidak sehat, umpamanya umur sudah mau pensiun," kata Riza. 


Dia menjelaskan, teguran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada 239 PNS tersebut lebih kepada instruksi yang tidak dijalankan. 


Menurut Riza, Anies menginginkan seluruh PNS yang memenuhi persyaratan untuk berpartisipasi sehingga bisa mendapatkan pejabat yang paling kompeten untuk menduduki jabatan yang sedang dilelang. 


"Setiap ada lelang jabatan tentu kita ingin menempatkan orang-orang yang mengisi adalah orang-orang terbaik dalam jabatan-jabatan tersebut, itu harapan kita," ucap Riza.


Terdapat 239 PNS DKI yang memenuhi syarat tidak mengikuti lelang 17 jabatan tingkat eselon II di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. 


Hal tersebut membuat Anies mengumpulkan 239 PNS tersebut pada 10 Mei 2021 pada siang bolong pukul 11.30 WIB. 


Anies kemudian marah karena menilai anak buahnya tidak melakukan instruksi yang dibuat mengenai seleksi jabatan eselon II. 


"Malu sesungguhnya kita. Saya ingin sampaikan di sini kita malu sesungguhnya. Malu kenapa ada instruksi tidak dilaksanakan," ucap Anies. [Democrazy/kmp]