PDIP-Demokrat Disebut Tak Mungkin Berkoalisi, Kamhar: Tak Ada Kawan dan Lawan Abadi Kecuali Kepentingan! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Sabtu, 29 Mei 2021

PDIP-Demokrat Disebut Tak Mungkin Berkoalisi, Kamhar: Tak Ada Kawan dan Lawan Abadi Kecuali Kepentingan!

PDIP-Demokrat Disebut Tak Mungkin Berkoalisi, Kamhar: Tak Ada Kawan dan Lawan Abadi Kecuali Kepentingan!

PDIP-Demokrat-Disebut-Tak-Mungkin-Berkoalisi-Kamhar-Tak-ada-Kawan-dan-Lawan-Abadi-Kecuali-Kepentingan

DEMOCRAZY.ID - Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut PDIP tak akan mungkin berkoalisi dengan Partai Demokrat.

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menilai, jika masing-masing Partai Politik memiliki konsepsi dan cara pandang tersendiri dalam hal membangun koalisi, termasuk kriteria-kriteria yang dipersyaratkan dan dipedomani.


Hal tersebut dikatakan upaya menanggapi permyataan Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut PDIP tak akan mungkin berkoalisi dengan Partai Demokrat. 


Hasto mengatakan, PDIP dan Demokrat memiliki perbedaan basis ideologi.


"Merespon pernyataan Sekjen PDIP Bung Hasto, tentu sah-sah saja jika membuat pernyataan seperti itu, namun menimbulkan pertanyaan apabila yang dikemukakan sebagai faktor pembatas yang menjadi penghalang koalisi adalah faktor ideologi dan karakteristik Parpol," kata Kamhar, Sabtu (29/5/2021).


"Dalam hal membangun koalisi, Partai Demokrat telah memiliki pengalaman selama dua periode mengawal Pemerintahan SBY merajut dan mengkonsolidasikan koalisi partai-parati pendukung pemerintah pada masa itu," sambungnya.


Menurutnya, dari pengalaman tersebut Partainya memaknai bahwa politik itu senantiasa cair dan dinamis, dan prinsip koalisi senantiasa dibangun atas azas kesamaan kepentingan dan kesamaan cara pandang dalam mewujudkannya.


"Secara garis besar di era reformasi ini pembagian partai politik terbagi atas dua kategori yaitu partai nasionalis dan partai Islam. Dalam prakteknya tak ada kendala dan masalah dalam membangun koalisi baik sesama partai nasionalis maupun antara partai nasionalis dengan partai Islam," terangnya.


Dia mengingatkan, secara empirik, Partai Demokrat pernah berkoalisi dengan sesama partai nasionalis maupun dengan partai Islam, dan tak ada persoalan sama sekali, malah saling menguatkan karena masing-masing partai politik memiliki keunggulan komparatif.


Karena, lanjut Kamhar, seluruh variabel-variabel yang dipresentasikannya dimiliki juga dalam koalisi partai politik yang tergabung dikoalisi Pemerintahan Jokowi di bawah koordinasi PDIP saat ini.


"Jadi apa yang disampaikannya kontradiktif. Secara empirik Partai Demokrat belum pernah berkoalisi dengan PDIP, namun tak ada hal yang sifatnya mendasar apalagi secara ideologis yang menjadi penghalang untuk kemungkinan membangun koalisi dikemudian hari. Ingat pameo dalam politik, tak ada kawan dan lawan yang abadi kecuali kepentingan," tandasnya. [Democrazy/akr]