Operasi Fiber Intelijen Buzzer Israel di Indonesia, Pengamat: Mereka Pengaruhi Rakyat Indonesia untuk Sudutkan Palestina! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 18 Mei 2021

Operasi Fiber Intelijen Buzzer Israel di Indonesia, Pengamat: Mereka Pengaruhi Rakyat Indonesia untuk Sudutkan Palestina!

Operasi Fiber Intelijen Buzzer Israel di Indonesia, Pengamat: Mereka Pengaruhi Rakyat Indonesia untuk Sudutkan Palestina!

Operasi-Fiber-Intelijen-Isreal-di-Indonesia-Pengamat-Pengaruhi-Rakyat-Indonesia-untuk-Sudutkan-Palestina

DEMOCRAZY.ID - Israel melakukan fiber intelijen di Indonesia untuk menyudutkan Palestina. Operasi ini, negara Zionis ingin mendapatkan dukungan dari pemerintah Jokowi dan warga Indonesia.

“Dukungan Israel di Indonesia melalui fiber intelijen–merupakan operasi intelijen tanpa menggunakan militer dan senjata,” kata pengamat kebijakan publik Amir Hamzah kepada wartawan, Senin (17/5/2021).


Menurut Amir, dalam menjalankan fiber intelijen di Indonesia, Israel juga mengerahkan buzzer melakukan propaganda untuk menyudutkan Palestina.


“Israel melakukan operasi ini dengan mengadakan dialog ekonomi dengan Indonesia menawarkan bantuan melalui AS maupun cara lainnya. Tawaran bantuan AS ke Indonesia senilai Rp 28 triliun dengan syarat mengakui Israel bagian fiber intelijen,” papar Amir.


Kata Amir, Israel juga melakukan fiber intelijen dalam ajang olah raga internasional seperti Olimpiade. 


“Di saat pertandingan olah raga disusupkan agen diplomat Israel melakukan negoisasi dengan negara lain termasuk Indonesia,” jelasnya.


Selain itu, Amir mengatakan, konflik Israel-Palestina harus dilihat secara luas termasuk dalam pendekatan geostragis dan geopolitik.


Konflik ini tidak bisa dilepaskan kepentingan AS dan China.


“Dukungan secara massif China terhadap Palestina, mau memancing AS agar secara frontal mendukung Israel. Streagi China dipahami AS, sehingga negara adidaya dan sekutunya mendorong Israel dan Hamas melakukan genjatan senjata,” ungkap Amir.


Kata Amir, Indonesia tidak perlu terseret kepentingan China dan AS ketika memberikan dukungan ke Palestina. 


“Kalau kita salah memberikan dukungan ke Palestina, wilayah Indonesia bisa jadi rebutan China dan AS. Sumber daya alam kita menjadi incaran China dan AS,” pungkasnya. [Democrazy/suaranas]