Nyaris Diamuk Massa, Begini Kronologi Warga Protes "Terganggu" Suara Adzan | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Kamis, 20 Mei 2021

Nyaris Diamuk Massa, Begini Kronologi Warga Protes "Terganggu" Suara Adzan

Nyaris Diamuk Massa, Begini Kronologi Warga Protes "Terganggu" Suara Adzan

Nyaris-Diamuk-Massa-Begini-Kronologi-Warga-Protes-Terganggu-Suara-Adzan

DEMOCRAZY.ID - Warga Perumahan Cluster Illago di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, memprotes suara adzan masjid yang berisik dan minta dikecilkan. Aksi protes warga tersebut nyaris membuat warga mengamuk. 

Ratusan orang mendatangi perumahan itu dan teriak-teriak. Video ratusan warga ini pun akhirnya viral di media sosial dan menjadi perbincangan.


Namjun, pihak kepolisian mulai tingkat polsek hingga polres, tidak ada yang mau berkomentar. Kapolsek Kelapa Dua dan Kapolres Tangsel yang dihubungi berkali-kali tidak merespons dikonfirmasi.


Pun dengan pihak kecamatan, ikut bungkam saat ditanya wartawan. 


Bahkan, setelah dilayangkan pesan dan ditelpon, tidak juga memberi jawaban.


Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, peristiwa itu sudah bisa diselesaikan. 


Pihaknya pun meminta agar masalah tersebut tidak dibesarkan. Bahkan, enggan berkomentar jauh.


"MUI dan DMI Kecamatan nanti buat kesepakatan dengan warga. Sudah tidak perlu diperpanjang lagi. Sudah selesai dimediasikan Forkompimcam Kelapa Dua," kata Zaki, Kamis (20/5/2021).


Berdasarkan informasi yang terhimpun, peristiwa itu bermula dari seorang warga bernama Mad Romli yang mendatangi Masjid Al Fudollah, yang terletak di RT 02/01, Desa Pangereng.


Saat itu, warga tersebut meminta kepada pengurus masjid agar mengecilkan suara toanya, karena dinilai terlalu kencang. 


Tetapi direspons dengan penolakan, hingga sempat terjadi sedikit keributan.


"Udah minta maaf si orangnya. Ya, jadi kronologinya si Mad Romli itu minta dikecilin suara sound sistem adzannya, cuma ada penolakan dan keributan sedikit," ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya. [Democrazy/okz]