Ngeri! Saksi Mata Beberkan Detik-detik Kekejaman Teroris MIT Poso Pengg*l Warga | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Selasa, 18 Mei 2021

Ngeri! Saksi Mata Beberkan Detik-detik Kekejaman Teroris MIT Poso Pengg*l Warga

Ngeri! Saksi Mata Beberkan Detik-detik Kekejaman Teroris MIT Poso Pengg*l Warga

Ngeri-Saksi-Mata-Beberkan-Detik-detik-Kekejaman-Teroris-MIT-Poso-Penggal-Warga

DEMOCRAZY.ID - Seorang saksi mata menceritakan detik-detik mengerikan saat kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) memenggal kepala warga hingga tewas. 

Saksi mata inisial P itu menyebut pembantaian terjadi saat dia dan korban hendak berangkat ke kebun.


"(Senin 11 Mei) jam 9.30 Wita pagi, (kami) baru mau naik ke atas (kebun) dan langsung muncul (teroris MIT)," ujar P, Selasa (18/5/2021).


Menurut P, awalnya dia mengira kelompok teroris itu merupakan warga lainnya yang hendak berkebun. 


Saat itu para teroris juga membawa parang, layaknya warga lain jika hendak berkebun.


Namun seketika para teroris itu langsung mengeluarkan parang panjang dan memenggal 2 orang warga. 


Mereka bahkan tidak sempat mengeluarkan sepatah kata kepada para korban.


"Nggak (berteriak), nggak (berkata apa-apa), langsung keluarkan parang panjang," katanya.


Begitu mengetahui teroris akan menyerang dirinya dan warga lainnya, P langsung melompat ke jurang dan langsung melarikan diri. 


P mengungkapkan, dia sudah mengatahui jika teroris yang mengeluarkan parang panjang itu hendak membantai warga, untuk itu dia sempat meminta 2 korban untuk segera mengikuti dirinya melarikan diri.


"Saya kasih tahu, lari saja, ayo kita lari. Di situlah saya masuk hutan lari terus," ungkapnya.


Sebenarnya, P sudah tidak asing dengan sejumlah wajah teroris yang dilihatnya saat itu. 


Sebab, pada tahun 2020 lalu dia sempat disekap oleh kelompok teroris tersebut. 


Dan saat disekap itu, ada juga teroris Ali Kalora.


P lalu menceritakan momen dirinya disekap pada 2020 silam. Saat itu dia disekap, sementara warga lainnya diminta turun dari gunung untuk membeli beras yang akan diberikan kepada kelompok teroris.


"1 Hari (disekap), dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore di pondokan di kebun. 4 orang (yang disekap)," paparnya.


Saat itu, kelompok teroris meminta warga yang disekap untuk tidak buka mulut jika ada kelompok teroris yang datang ke rumahnya meminta makanan.


"Kalau ada yang datang minta makanan jangan kamu lapor. Kalau kamu melapor saya kejar kamu satu-satu," kata P menirukan ancaman kelompok MIT saat itu.


P dan sejumlah warga yang disekap kemudian dilepaskan saat warga yang diminta turun gunung membeli beras datang. Selama penyekapan, mereka juga diancam dengan senjata api.


"Langsung ditodong pistol, dia bilang jangan lari jangan melawan. 3 (Orang) yang (senjata) besar, yang senjata kecil semua ada," paparnya. [Democrazy/dtk]