Ngeri! Kursi Sinagoge Runtuh, Ratusan Orang Yahudi Amblas Saat Jalankan Ibadah | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 17 Mei 2021

Ngeri! Kursi Sinagoge Runtuh, Ratusan Orang Yahudi Amblas Saat Jalankan Ibadah

Ngeri! Kursi Sinagoge Runtuh, Ratusan Orang Yahudi Amblas Saat Jalankan Ibadah

Ngeri-Kursi-Sinagoge-Runtuh-Ratusan-Orang-Yahudi-Amblas-Saat-Jalankan-Ibadah

DEMOCRAZY.ID - Setidaknya dua orang yahudi tewas dan ratusan lainnya mengalami cedera karena kursi sinagoge yang mereka duduki runtuh ketika ibadah pada hari Minggu (16/05).

Menyadur International Business Times, korban jiwa diketahui berusia 12 tahun dan 40 tahun. 


Mereka diduga tertimpa reruntuhan bangunan ketika kursi di bangunan tersebut amblas.


Insiden itu terjadi di kota Giv'at Ze'ev dekat ibu kota negara Yerusalem. 


Kala itu, umat Yahudi sedang melakukan ibadah untuk memperingati dimulainya Shavout.


Salah satu tim medis yang meluncur ke lokasi, Moshe Tubolsky mengatakan situasi sangat mengkhawatirkan ketika ia tiba. 


Banyak orang berteriak kesakitan dan yang lainnya berlarian dengan panik.


"Ketika saya tiba, ada keributan besar, orang-orang berteriak dan lari ke mana-mana memberi tahu saya bahwa bangku penonton telah runtuh dengan puluhan orang di dalam sinagoge."



"Sejumlah orang yang terluka ringan berada di dekat pintu masuk dan warga sipil membawa saya ke seorang pria yang terluka parah yang terbaring di lantai di dekatnya, tidak sadarkan diri dan menderita luka di kepala," tambahnya.


Rekaman kejadian itu dibagikan secara online oleh editor Walla News Guy Elster. 


Orang-orang Yahudi ultra-Ortodoks tampak berdoa di tribun belakang kuil Hasid yang penuh sesak sebelum kursi itu jatuh ke tanah.


Wali kota mengklaim bangunan itu belum selesai dan berbahaya. 


Menurutnya, polisi telah mengabaikan seruan sebelumnya untuk mengambil tindakan.


Sementara itu, polisi mengatakan kemungkinan akan ada penangkapan yang dilakukan sehubungan dengan kejadian mengerikan tersebut.


Kepala Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel Deddi Simhi menguatkan hal itu. 


Ia mengatakan gedung ini belum selesai, bahkan tak memiliki izin untuk ditempati apalagi mengadakan acara di dalamnya. [Democrazy/sra]