Lihat Nih! Uang Koin Kuno Ini Jadi Bukti Eksistensi Palestina Sudah Ada Jauh Sebelum Israel, Benarkah? | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 17 Mei 2021

Lihat Nih! Uang Koin Kuno Ini Jadi Bukti Eksistensi Palestina Sudah Ada Jauh Sebelum Israel, Benarkah?

Lihat Nih! Uang Koin Kuno Ini Jadi Bukti Eksistensi Palestina Sudah Ada Jauh Sebelum Israel, Benarkah?

Lihat-Nih-Uang-Koin-Kuno-Ini-Jadi-Bukti-Eksistensi-Palestina-Sudah-Ada-Jauh-Sebelum-Israel-Benarkah

DEMOCRAZY.ID - Sebuah uang koin kuno diklaim menjadi bukti eksistensi Palestina sudah ada jauh sebelum pendudukan Israel.

Demikian diungkap pemilik akun Twitter @GuyFromTheArea yang mengunggah uang koin  Palestina yang dicetak tahun 1927.


Ia mengklaim uang koin miliknya itu membuktikan bahwa Palestina ada jauh sebelum Israel.


"My Palestinian coin from 1927, long before 'Israel," tulisnya seperti dilansir Senin (17 Mei 2021).


Seperti diketahui, Israel dan Palestina kembali terlibat konflik dan hari ini ketegangan  keduanya sudah memasuki hari kedelapan.


Laporan Al Jazeera menyebut militer Israel melancarkan serangan terbaru di Jalur Gaza pada Senin pagi.


Tepatnya beberapa jam setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan akhir dari permusuhan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.


Pengeboman Israel di Gaza memasuki hari kedelapan berturut-turut setelah serangan pada hari Minggu menewaskan 42 warga Palestina, melukai puluhan lainnya dan meratakan dua bangunan tempat tinggal.


Sedikitnya 192 orang, termasuk 58 anak-anak dan 34 wanita tewas di Jalur Gaza sejak kekerasan terbaru dimulai sepekan lalu. Israel telah melaporkan 10 orang tewas, termasuk dua anak.


Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dilaporkan bertemu pada hari Minggu untuk membahas kekerasan tetapi gagal untuk menyetujui pernyataan bersama.


Di sisi lain, dunia internasional terus menyuarakan agar kedua pihak melakukan gencatan senjata seiring korban tewas yang terus berjatuhan.


Yang terbaru, Iran menyerukan agardunia  internasional mulai bertindak.


Para pejabat Iran meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sesama negara muslim untuk turun tangan menghentikan aksi "apartheid" Israel atas Palestina.


Salah seorang komandan militer tertinggi Iran juga berjanji negaranya akan mendukung Palestina.


Dewan Tinggi Hak Asasi Manusia Iran, sebuah entitas di bawah Dewan Keamanan Nasional Tertinggi yang saat ini dipimpin  kepala kehakiman Ebrahim Raisi dan terdiri dari beberapa menteri melayangkan surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk mengambil tindakan atas "genosida" dan "pembersihan rasial" yang dilakukan oleh Israel. [Democrazy/gmd]