Komentari Riuh Publik Soal 'Provinsi Padang', PDIP: Kenapa Diperdebatkan, Harusnya Bangga Dong! | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Kamis, 20 Mei 2021

Komentari Riuh Publik Soal 'Provinsi Padang', PDIP: Kenapa Diperdebatkan, Harusnya Bangga Dong!

Komentari Riuh Publik Soal 'Provinsi Padang', PDIP: Kenapa Diperdebatkan, Harusnya Bangga Dong!

Komentari-Riuh-Publik-Soal-Provinsi-Padang-PDIP-Kenapa-Diperdebatkan-Harusnya-Bangga-Dong

DEMOCRAZY.ID - Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat Alex Indra Lukman mengaku heran perihal perdebatan publik mengenai blunder Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Seperti yang diketahui, media sosial ramai membicarakan Jokowi yang menyebut Provinsi Padang.


Jokowi pun menuai banyak kritikan dari publik akibat blundernya tersebut.


Menanggapi kritikan publik kepada Jokowi, Alex menilai seharusnya blunder tersebut tak perlu diributkan.


Menurut Alex, salah ucap merupakan kesalahan biasa saja dan manusiawi.


Bahkan Alex menilai dari sisi lain dengan mengatakan bahwa hal ini harusnya menjadi kebanggaan.


"Untuk apa diperdebatkan, harusnya bangga," ujar Alex, dikutip dari Eraid, Kamis 20 Mei 2021.


Lebih lanjut, Alex mengatakan bahwa blunder Jokowi terjadi dikarenakan Jokowi mungkin teringat nasi Padang.


Oleh karena, menurutnya, dengan terjadinya hal ini menandakan bahwa Jokowi mencintai kuliner Indonesia.


"Karena menurut saya Bapak Presiden pasti doyan nasi padang sehingga teringat Padang saja," lanjutnya.


Sebelumnya, pada saat meninjau pembangunan Tol Trans Sumatera, Jokowi menyebut Padang sebagai sebuah provinsi.


Pernyataan Jokowi tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan pada kunjungannya tersebut.


"Pagi hari ini saya mengunjungi dan melihat progres perkembangan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera di ruas Dumai Pekanbaru dan ini berada di sirip Pekanbaru Bangkinang dan nanti ke arah Padang,” ujar Jokowi.


Hingga akhirnya, 'Provinsi Padang' pun menjadi tren topik pembicaraan di media sosial. [Democrazy/trk]