Keterlaluan! Tak Cukup dengan Rudal, Israel Kini Serang Warga Gaza dengan Gas Beracun | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Senin, 17 Mei 2021

Keterlaluan! Tak Cukup dengan Rudal, Israel Kini Serang Warga Gaza dengan Gas Beracun

Keterlaluan! Tak Cukup dengan Rudal, Israel Kini Serang Warga Gaza dengan Gas Beracun

Keterlaluan-Tak-Cukup-dengan-Rudal-Israel-Kini-Serang-Warga-Gaza-dengan-Gas-Beracun

DEMOCRAZY.ID - Baru-baru ini pengacara internasional sekaligus aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Lara mengungkapkan bahwa Israel saat ini mengampanyekan genosida kepada warga Palestina menggunakan gas beracun.

Dilansir dari akun Instagram @gazangirl, Lara mengunggah sebuah foto yang merupakan pengakuan dari warga Palestina bernama Farah Basil Baker yang mencium bau aneh di banyak tempat di Gaza.


"Benar bahwa saat kami mencium sesuatu yang aneh di banyak tempat di Gaza. Itu adalah gas beracun yang disebarkan Israel di Gaza. Kami saat ini disuruh memakai masker basah," kata Farah.


Melalui unggahan yang sama, Lara menegaskan bahwa hal yang dilakukan Israel tersebut tidak jauh beda dengan ideologi Nazi yang melakukan genosida untuk memurnikan ras mereka.


"Terbaru dari Gaza. Kampanye genosida Israel juga mencakup gas beracun. Terdengar familiar? Menurut Anda dari mana mereka mendapatkannya?," kata Lara.


"Membandingkan Israel dengan Nazi bukanlah hal yang berlebihan dan membantu menjelaskan semua ini," sambung Lara.


Dalam unggahannya, Lara menegaskan, dunia harus tahu jika saat ini warga Gaza  menghirup gas beracun yang sedikit demi sedikit akan membunuh mereka.


Lara berpendapat, gas beracun tersebut dikeluarkan Israel usai rudal dan pesawat jet mereka kurang efektif untuk membunuh warga Palestina.


"Apa yang tidak membantu adalah mengabaikan fakta bahwa warga Gaza saat ini menghirup gas beracun yang secara perlahan akan membunuh mereka. Karena rudal dan F-16 yang tak henti-hentinya tidak membunuh warga Palestina secara efektif," ucap Lara.


Dilansir dari Al Jazeera pada Senin, 17 mei 2021, dari 192 korban tewas, 58 di antaranya merupakan anak-anak dan 34 diantaranya merupakan perempuan.


Korban terbaru, 42 warga Palestina menjadi korban gempuran udara Israel yang dilancarkan kemarin. Pagi ini saja, jet tempur Israel telah melakukan 55 serangan udara di Jalur Gaza.


Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Minggu, 16 Mei 2021, mengatakan bahwa perdamaian dengan Gaza tidak akan terjadi dalam waktu dekat.


Israel sendiri dilaporkan sebanyak 10 orang dinyatakan tewas, dua diantaranya merupakan anak-anak. [Democrazy/gmd]