Kepala BKN Menolak Tantangan Debat Terbuka Direktur KPK Soal TWK, Ini Alasannya | DEMOCRAZY News | Portal Berita Indonesia - berita terbaru, berita terkini, berita indonesia, politik -->

Breaking

logo

Jumat, 28 Mei 2021

Kepala BKN Menolak Tantangan Debat Terbuka Direktur KPK Soal TWK, Ini Alasannya

Kepala BKN Menolak Tantangan Debat Terbuka Direktur KPK Soal TWK, Ini Alasannya

Kepala-BKN-Menolak-Tantangan-Debat-Terbuka-Direktur-KPK-Soal-TWK-Ini-Alasannya

DEMOCRAZY.ID - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menyerang balik mantan Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK, Sujanarko. 

Dia menyebut Sujanarko, yang mengajak perang terbuka soal tes wawasan kebangsaan (TWK), tak tahu malu.


Serangan itu terkait status Sujanarko yang sudah masuk masa pensiun sejak pekan lalu. 


Sujanarko sendiri telah mengabdi di KPK selama 17 tahun dan menjadi satu dari 75 pegawai KPK yang tak lolos TWK untuk alih status menjadi ASN.


"Kok nggak malu ikut test jadi ASN?" ucap Bima, Kamis (27/5/2021).


Bima mempertanyakan kenapa Sujanarko bisa lolos seleksi administrasi untuk menjadi ASN. 


Bima sendiri tak mempermasalahkan Sujanarko yang memperjuangkan nasib para pegawai KPK yang tak lolos TWK untuk menjadi ASN.


"Yang bersangkutan tidak lolos administrasi untuk bisa ikut test TWK karena faktor usia. Kok bisa ikut?" ucapnya.


Lalu apa kata Bima terkait ajakan perang terbuka dari Sujanarko?


"Biarin aja," ucap Bima.


Sebelumnya, Sujanarko menantang Kepala BKN Bima Haria untuk membuktikan dirinya tidak bisa dididik atau dilabeli 'merah'. 


Dia pun berpikir untuk melakukan somasi terhadap Bima.


"Saya nggak membedakan antara 24 dan 51 (pegawai), tapi menurut saya Bima Haria (Kepala BKN) harus bertanggung jawab juga. Sebut nama saya nggak apa-apa, ini kayaknya kita harus perang terbuka deh. Dia biar nggak ngumpet terus gitu, ini nggak profesional," ujar Sujanarko, kepada wartawan, Kamis (27/5).


"Apa bedanya saya dengan teroris? Apa bedanya saya dengan pasukan separatis. Sampaikan ini ke Bima untuk bisa menjawab itu. Apa argumentasinya? Saya sedang berpikir untuk lakukan somasi terhadap Bima. Paling tidak dia harus bisa menjawab, dan punya bukti fakta, bahwa saya tidak bisa dididik, saya dilabeli merah, apa buktinya?," sambungnya.


Menurutnya, metodologi pada TWK ini tidak pernah diberi paham kepada para pegawai secara detail. 


Begitupun asesor dinilai tidak profesional karena tidak mau menjelaskan maksut tes TWK ini dan apa yang terjadi bila pegawai tidak lolos. [Democrazy/dtk]